Mahasiswa FPOK UPI Dibekali Kompetensi AI melalui Pelatihan AI ASEAN Ready

Bandung, 9 September 2026 — Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan Pelatihan Sertifikasi Kompetensi AI ASEAN Ready bagi mahasiswa FPOK UPI, Selasa (8/9/2026). Mengusung tema “Master the Skills Needed to Thrive in the World of AI”, kegiatan dilaksanakan secara hybrid di Auditorium FPOK UPI dan melalui Zoom Meeting dengan menghadirkan Fathmayayuta, Master Trainer of AI Ready ASEAN, sebagai narasumber.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan FPOK UPI, Dr. Dian Budiana, M.Pd. Dalam sambutannya, kegiatan ini menjadi salah satu upaya FPOK UPI dalam memberikan pembekalan kompetensi yang relevan dengan perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), kepada mahasiswa.

Pelatihan dirancang untuk memberikan pemahaman sekaligus meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi AI secara tepat dan produktif. Perkembangan AI yang semakin pesat telah memberikan pengaruh terhadap berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan, olahraga, kesehatan, penelitian, serta dunia kerja. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memiliki kemampuan digital yang adaptif agar mampu menghadapi perubahan dan tuntutan kompetensi di masa mendatang.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pembekalan mengenai keterampilan yang dibutuhkan untuk berkembang di tengah ekosistem AI. Penyampaian materi oleh narasumber dilakukan secara interaktif sehingga mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman konseptual, tetapi juga didorong untuk mengenali peluang pemanfaatan AI dalam mendukung aktivitas akademik maupun pengembangan kompetensi pribadi.

Pelatihan Sertifikasi Kompetensi AI ASEAN Ready juga menjadi bagian dari komitmen FPOK UPI dalam mempersiapkan mahasiswa agar memiliki daya saing yang lebih kuat di tingkat nasional maupun internasional. Sertifikasi kompetensi di bidang AI diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk pengakuan terhadap kemampuan mahasiswa sekaligus memperkuat kesiapan mereka menghadapi transformasi digital.

Kegiatan ini turut memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kompetensi dan keterampilan mahasiswa, serta SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan kesiapan sumber daya manusia menghadapi kebutuhan dunia kerja yang semakin terdigitalisasi.

Scroll to Top