UPI Perkuat Kolaborasi Indonesia–Jepang melalui Program Pengabdian Internasional untuk Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia

Okayama, Jepang – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali memperluas kiprahnya di tingkat global melalui pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional yang berlangsung di Social Welfare Corporation Yasuragi Welfare Association, Okayama, Jepang. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi akademisi Indonesia dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan lansia melalui pendekatan promotif dan preventif berbasis ilmu pengetahuan.

Penandatanganan PKS antara FPOK Universitas Pendidikan Indonesia dan Social Welfare Corporation Yasuragi Welfare Association, Jepang, sebagai komitmen bersama dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Program yang dilaksanakan pada 30 Juni–1 Juli 2026 tersebut melibatkan tim dosen Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) UPI yang terdiri dari Prof. Mustika Fitri, M.Pd., Ph.D. sebagai ketua, didampingi oleh Ketua Prodi Sarjana Keperawatan Dr. Linda Amalia, S.Kp., M.KM, serta dua dosen yaitu Dr. apt. Afianti Sulastri, S.Si., M.Pd. dan Septian Andriyani, S.Kp., M.Kep, bersama para caregiver dan staf panti lansia. Mengusung tema “Smart Move, Brighter Minds”, kegiatan berfokus pada pelatihan implementasi senam kognitif-motorik sebagai upaya menjaga fungsi kognitif, meningkatkan mobilitas, serta mendukung proses penuaan sehat (healthy aging) bagi para lansia.

FPOK UPI dan Social Welfare Corporation Yasuragi Welfare Association resmi menjalin kerja sama untuk mendukung inovasi pendidikan dan kesehatan lansia.

Ketua tim pelaksana, Prof. Mustika Fitri, M.Pd., Ph.D., menjelaskan bahwa program ini dirancang tidak hanya sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga sebagai media pertukaran pengetahuan antara Indonesia dan Jepang dalam pengembangan layanan kesehatan lansia.

“Melalui kolaborasi ini, kami berharap tercipta praktik baik yang dapat diadaptasi di kedua negara. Senam kognitif-motorik merupakan intervensi sederhana, aman, dan mudah diterapkan oleh caregiver untuk membantu mempertahankan fungsi fisik maupun kognitif lansia,” ujarnya.

Selama dua hari pelaksanaan, tim UPI menyelenggarakan penandatanganan kerja sama, diskusi bersama pengelola panti, wawancara dengan caregiver, demonstrasi langsung senam kognitif-motorik, praktik bersama para lansia, serta sesi evaluasi implementasi program. Salah satu luaran penting dari kegiatan ini adalah terjalinnya Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementation of Agreement (IoA) antara Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) UPI dengan Social Welfare Corporation Yasuragi Welfare Association sebagai dasar penguatan kolaborasi berkelanjutan di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan mendapat sambutan positif dari pihak mitra yang menilai pendekatan tersebut mudah diterapkan dalam aktivitas pelayanan sehari-hari.

Program ini juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat jejaring internasional UPI sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Good Health and Well-being), Tujuan 4 (Quality Education), dan Tujuan 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi lintas negara di bidang pendidikan, kesehatan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Selain memberikan manfaat langsung bagi caregiver dan lansia, kegiatan ini membuka peluang pengembangan riset kolaboratif mengenai intervensi nonfarmakologis untuk mendukung kesehatan lansia. Hasil implementasi program diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan inovasi pelayanan kesehatan berbasis komunitas yang dapat direplikasi di berbagai negara.

Melalui semangat “Smart Move, Brighter Minds”, Universitas Pendidikan Indonesia terus menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat global, sekaligus memperkuat posisi perguruan tinggi Indonesia sebagai mitra strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat dunia.

Scroll to Top