
Bandung, 25 Mei 2026 — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mendapatkan apresiasi atas dedikasinya sebagai lembaga pendidikan rujukan yang mencetak tenaga ahli, akademisi, serta atlet dalam bidang olahraga pada kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI 2026 yang berlangsung pada 21–22 Mei 2026 di Hotel Pullman Central Park. Penghargaan tersebut diterima oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Bisnis yang didampingi oleh Dekan FPOK Prof. Dr. Komarudin, M.Pd. serta Wakil Dekan Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu Dr. Jajat Darajat KN., S.Pd., M.Kes., AIFO.
Pemberian apresiasi ini menjadi bentuk pengakuan terhadap kontribusi UPI, khususnya Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK), dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang olahraga nasional. Selama ini, UPI dikenal konsisten melahirkan lulusan yang berkiprah sebagai akademisi, pelatih, praktisi olahraga, hingga atlet berprestasi yang turut mendukung kemajuan olahraga Indonesia.
Kegiatan Rakernas KONI 2026 menjadi forum strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan olahraga nasional untuk membahas penguatan ekosistem olahraga, peningkatan prestasi atlet, serta pengembangan kolaborasi antara lembaga pendidikan dan organisasi olahraga. Dalam momentum tersebut, apresiasi kepada UPI menunjukkan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan tinggi dengan pembinaan olahraga nasional yang berkelanjutan.
Dekan FPOK UPI Prof. Dr. Komarudin, M.Pd. menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi bagi UPI untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang olahraga. Selain itu, capaian tersebut juga memperkuat komitmen kampus dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu berkontribusi pada pembangunan olahraga nasional dan internasional.
Lebih lanjut, keikutsertaan UPI dalam Rakernas KONI 2026 sejalan dengan upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pengembangan olahraga dan kesehatan masyarakat, serta SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan mutu pendidikan tinggi dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia.
