
Bandung, 26 Oktober 2026 — Program Studi Keperawatan (S1), Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Basic Trauma & Cardiac Life Support (BTCLS) pada 20–25 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium, ruang smartclass, ruang kelas, dan Laboratorium Sport Science FPOK UPI ini diikuti oleh 117 mahasiswa Program Studi Keperawatan. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan mahasiswa dalam memberikan penanganan awal terhadap pasien dengan kondisi kegawatdaruratan, baik akibat trauma maupun gangguan kardiovaskular.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI) Jawa Barat, Untung Sudharmono, S.Kep., Ners., M.Kes., bersama Ketua Program Studi Keperawatan (S1) FPOK UPI, Dr. Linda Amalia, S.Kp., M.K.M. Pelaksanaan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kompetensi mahasiswa keperawatan melalui pembelajaran terstruktur yang mengintegrasikan pemahaman konseptual, keterampilan klinis, serta penerapan prosedur penanganan pasien dalam situasi darurat.
Pelatihan BTCLS melibatkan fasilitator pengendali pelatihan, fasilitator HIPGABI dari kalangan akademisi, serta fasilitator HIPGABI dari kalangan praktisi. Tim fasilitator pengendali pelatihan terdiri atas Derrys Wibowo, S.Kep., drg. Taqwim Khoiri, Maranata, M.KM., serta Sheila Ridhawaty, S.Kep., Ners., M.K.M. Keterlibatan para fasilitator dengan latar belakang akademik dan pengalaman praktik memberikan dukungan terhadap pelaksanaan pembelajaran yang berorientasi pada penguasaan kompetensi kegawatdaruratan.
Fasilitator HIPGABI dari kalangan akademisi di antaranya Dr. Etika Emaliyawati, S.Kep., Ners., M.Kep.; Ayu Prawesti Priambodo, S.Kep., Ners., M.Kep., Ph.D.; Sri Sumartini, S.Kp., M.Kep.; Untung Sudharmono, S.Kep., Ners., M.Kes.; Yogasliana Fathudin, S.Kep., Ners., M.Kep.; Nur Intan Hayati Husnul Khotimah, S.Kep., Ners., M.Kep.; Adimiharja Kusumadipraja, S.Kep., Ners., M.Pd.; Tri Nurhayati Asih, S.KM., M.KM.; serta Nandang Ahmad Waluya, M.Kep., Sp.KMB., bersama fasilitator lainnya.
Sementara itu, fasilitator HIPGABI dari kalangan praktisi di antaranya Nandar Wirawan, S.Kep., Ners., M.Kep., Sp.Kep.MB.; Ramdani, S.Kep., Ners., M.Kep.; Ns. Eka Anugrah, S.Kep., M.Tr.A.P.; Candra Prana, S.Kep., Ners.; Syamsul Bachri, SKM.; Gerry Arif Budiman, S.Kep., Ners.; Nur Hasanah, S.Kep., Ners.; Ahdiyati, S.Kep., Ners.; Eep Rukman, S.Kep., Ners.; Derrys Wibowo, S.Kep.; Fahmi Wanadi Hartiwan, S.Kep., Ners.; Willy Pamungkas, S.Kep., Ners.; serta Bety Ningrum, S.Kep., Ners., bersama praktisi lainnya. Kolaborasi akademisi dan praktisi tersebut mendukung proses pembelajaran yang menghubungkan dasar-dasar keilmuan keperawatan dengan kebutuhan penanganan pasien dalam situasi kegawatdaruratan.
Materi pelatihan mencakup 11 pokok bahasan, yaitu etik dan aspek legal, antikorupsi, Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT), penatalaksanaan pasien dengan gangguan jalan napas dan pernapasan, penatalaksanaan pasien akibat trauma kepala dan spinal, penatalaksanaan pasien akibat trauma toraks, abdomen, dan muskuloskeletal, bantuan hidup dasar, penatalaksanaan kegawatdaruratan kardiovaskular, penatalaksanaan pasien dengan gangguan sirkulasi dan luka bakar, evakuasi dan transportasi, serta triase pasien.
Selain memperoleh materi, mahasiswa mengikuti pematerian, ujian, dan praktik keterampilan melalui sejumlah skill station. Materi praktik dan pengujian meliputi initial assessment, airway breathing management, resusitasi cairan, triase, elektrokardiografi (EKG), bantuan hidup dasar (BHD) pada anak, bantuan hidup dasar pada orang dewasa, serta transportasi dan evakuasi. Rangkaian tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan melakukan penilaian awal pasien, menentukan prioritas penanganan, serta menerapkan prosedur bantuan hidup dasar dan tindakan pendukung lainnya sesuai dengan materi pelatihan.
Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, Prodi Keperawatan FPOK UPI berupaya mempersiapkan mahasiswa agar memiliki kompetensi yang diperlukan dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan. Penguasaan pengetahuan dan keterampilan tersebut menjadi salah satu bekal penting bagi calon tenaga keperawatan untuk memberikan pelayanan yang tepat, terukur, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Kegiatan ini juga selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-Being), khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan dan penguatan kapasitas tenaga kesehatan. Melalui pendidikan, pelatihan, dan pengembangan keterampilan klinis, mahasiswa diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik untuk berkontribusi dalam pelayanan kesehatan, terutama pada kondisi yang membutuhkan respons cepat dan tepat.
