
Bandung — Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali mencatatkan prestasi akademik melalui keberhasilan salah satu dosennya, Dhika Dharmansyah, dalam menempuh Sidang Terbuka Promosi Doktor di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, pada 5 Agustus 2026.
Sidang terbuka tersebut berlangsung di hadapan tim promotor, ko-promotor, penguji internal, serta penguji eksternal. Dalam kesempatan tersebut, promovendus memaparkan hasil penelitian disertasinya yang berfokus pada pengembangan inovasi di bidang kesehatan dan teknologi digital, khususnya melalui penerapan Internet of Health Things (IoHT) sebagai upaya mendukung peningkatan layanan kesehatan berbasis teknologi.
Keberhasilan ini menjadi capaian akademik yang membanggakan, tidak hanya bagi promovendus, tetapi juga bagi FPOK UPI dalam memperkuat budaya akademik, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan yang berdampak bagi masyarakat. Sidang berlangsung dengan lancar melalui sesi pemaparan disertasi, tanya jawab ilmiah, hingga penetapan kelulusan oleh dewan penguji.
Selain berhasil meraih gelar doktor, penelitian yang dihasilkan juga memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan publikasi ilmiah bereputasi internasional. Disertasi tersebut menghasilkan delapan artikel ilmiah yang telah terindeks Scopus, terdiri atas enam jurnal kuartil pertama (Q1) dan dua jurnal kuartil kedua (Q2). Capaian ini menunjukkan kualitas penelitian yang mampu memenuhi standar akademik internasional sekaligus memperkuat reputasi FPOK UPI dalam menghasilkan karya ilmiah bereputasi global.
Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika FPOK UPI untuk terus meningkatkan produktivitas riset, memperluas kolaborasi ilmiah, serta menghasilkan inovasi yang memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, dan kesehatan masyarakat.
Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 (Quality Education) melalui peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan produktivitas riset, serta Tujuan 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui penguatan inovasi berbasis penelitian yang menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi internasional dan pengembangan teknologi kesehatan yang berkelanjutan.
