
Bandung, 16 September 2026 — Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KEMA) Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melaksanakan Rapat Kerja DPM dan BEM KEMA FPOK UPI 2026–2027 pada Minggu (13/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas lantai 2 Markaz Qur’an Rabbani, Hegarmanah, Cidadap, Bandung, mengusung tema “Satu Frekuensi, Satu Dedikasi untuk Mewujudkan Organisasi yang Profesional dan Akuntabel.”
Rapat kerja tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan arah gerak organisasi mahasiswa FPOK UPI selama satu periode kepengurusan. Melalui forum ini, DPM dan BEM KEMA FPOK UPI membangun kesamaan persepsi mengenai peran, tanggung jawab, serta program kerja yang akan dilaksanakan dalam mendukung kehidupan kemahasiswaan di lingkungan fakultas.
Pelaksanaan rapat kerja diisi dengan pembahasan dan penyelarasan berbagai rencana program organisasi. Proses tersebut diarahkan untuk memastikan setiap program memiliki tujuan yang jelas, pembagian tugas yang terukur, serta mekanisme pelaksanaan yang dapat dipertanggungjawabkan. Sinergi antara DPM dan BEM juga menjadi salah satu aspek penting agar fungsi representasi mahasiswa dan fungsi eksekutif organisasi dapat berjalan secara harmonis.
Tema “Satu Frekuensi, Satu Dedikasi” mencerminkan komitmen bersama untuk membangun komunikasi dan koordinasi yang efektif antarlembaga mahasiswa. Kesamaan pemahaman diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam menjalankan agenda kemahasiswaan sekaligus menghadirkan tata kelola organisasi yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel.
Selain menjadi momentum penyusunan program kerja, kegiatan ini juga menjadi ruang evaluasi dan konsolidasi internal bagi kepengurusan DPM dan BEM KEMA FPOK UPI periode 2026–2027. Dengan perencanaan yang sistematis, setiap program diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa serta mendukung terciptanya lingkungan kemahasiswaan yang aktif, inklusif, dan konstruktif.
Pelaksanaan rapat kerja tersebut turut memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh. Penguatan tata kelola organisasi, akuntabilitas, partisipasi mahasiswa, serta pengambilan keputusan secara terstruktur merupakan bagian dari upaya membangun kelembagaan yang efektif dan bertanggung jawab.
