UKM Akuatik UPI Selenggarakan Lisensi Pelatihan Wasit Renang Kategori D untuk Mencetak Wasit Profesional

Bandung, 29 Juli 2026 – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Akuatik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan Lisensi Pelatihan Wasit Renang Kategori D pada Senin (27/7/2026) di Auditorium FPOK UPI dan Gelanggang Kolam Renang UPI dengan menghadirkan AA. H. Herdiatna sebagai narasumber. Mengusung tema “Sinergi Kompetensi Menuju Wasit Akuatik Profesional”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi dan kualitas sumber daya manusia di bidang perwasitan renang melalui pembekalan teori maupun praktik sesuai standar perwasitan yang berlaku.

Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan yang diikuti oleh seluruh peserta, dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai dasar-dasar peraturan perlombaan renang, etika profesi wasit, tugas dan tanggung jawab perangkat pertandingan, serta mekanisme pengambilan keputusan dalam sebuah kompetisi. Setelah memperoleh pembekalan di ruang auditorium, peserta melaksanakan sesi praktik di Gelanggang Kolam Renang UPI untuk mengaplikasikan materi yang telah dipelajari secara langsung.

Melalui pelatihan ini, peserta diberikan kesempatan untuk memahami secara komprehensif peran seorang wasit dalam menjaga kualitas penyelenggaraan pertandingan renang. Selain menguasai regulasi dan prosedur pertandingan, peserta juga dilatih untuk memiliki sikap profesional, objektif, disiplin, serta mampu mengambil keputusan secara tepat dalam berbagai situasi di lapangan.

Penyelenggaraan Lisensi Pelatihan Wasit Renang Kategori D menjadi salah satu bentuk komitmen UKM Akuatik UPI dalam mendukung pembinaan olahraga akuatik yang berkelanjutan. Kehadiran wasit yang kompeten diharapkan mampu meningkatkan mutu penyelenggaraan kompetisi renang, sekaligus menjadi bagian dari pengembangan ekosistem olahraga prestasi yang sehat dan berintegritas.

Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen Universitas Pendidikan Indonesia dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia di bidang olahraga, serta SDG 3 (Good Health and Well-being) dengan mendorong pengembangan olahraga yang berkualitas, profesional, dan berkelanjutan. Selain itu, kolaborasi berbagai pihak dalam penyelenggaraan pelatihan ini turut mencerminkan implementasi SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui sinergi dalam membangun kualitas pembinaan olahraga di Indonesia.

Scroll to Top