Workshop Restrukturisasi Kurikulum Prodi Gizi FPOK UPI Hadirkan Pakar Kurikulum Nasional dari UGM

Program Studi Gizi menyelenggarakan Workshop Restrukturisasi Kurikulum pada Jumat, 6 Februari 2026 pukul 09.00–15.30 WIB di Ruang Rapat FPOK Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis Program Studi Gizi dalam memastikan kurikulum pendidikan tetap relevan, adaptif, serta mampu menjawab perkembangan ilmu gizi, kebutuhan dunia kerja, dan tuntutan organisasi profesi.

Workshop menghadirkan narasumber ahli kurikulum gizi tingkat nasional, Prof. Dr. Susetyowati, DCN., M.Kes., Guru Besar Departemen Gizi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (UGM). Beliau memiliki rekam jejak panjang dalam pengembangan pendidikan gizi, termasuk menjabat sebagai Ketua Departemen Gizi FK-KMK UGM (2021–2025), Sekretaris Departemen Gizi, Kepala Program Studi S1 Gizi, serta pengalaman klinis sebagai ahli gizi di RSUP Dr. Sardjito. Pengalaman akademik, profesi, dan organisasi tersebut memberikan perspektif komprehensif dalam pengembangan kurikulum gizi berbasis kompetensi.

Fokus utama workshop adalah restrukturisasi kurikulum Program Studi Gizi, meliputi evaluasi mata kuliah, penyusunan distribusi mata kuliah per semester, penyesuaian capaian pembelajaran lulusan, serta penguatan integrasi teori, praktik, dan kompetensi profesional. Kurikulum diarahkan agar selaras dengan standar organisasi profesi, kebutuhan industri kesehatan dan pangan, serta dinamika penyerapan lulusan di dunia kerja.

Salah satu isu strategis yang dibahas dalam workshop ini adalah transisi sistemik kurikulum S1 Gizi menuju profesi Dietisien. Diskusi menyoroti pentingnya kesinambungan antara pendidikan akademik sarjana gizi dengan pendidikan profesi dietisien, termasuk penguatan kompetensi klinik, praktik profesional, standar etik profesi, serta kesiapan lulusan untuk melanjutkan pendidikan profesi secara lebih terstruktur. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat jalur karier lulusan gizi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan gizi di fasilitas kesehatan maupun sektor industri.

Selain itu, workshop juga menekankan pentingnya kurikulum yang responsif terhadap perkembangan ilmu gizi klinik, gizi masyarakat, teknologi pangan, kesehatan preventif, serta kebutuhan industri pangan dan kesehatan. Kolaborasi dengan stakeholder seperti organisasi profesi, fasilitas layanan kesehatan, industri, alumni, dan pengguna lulusan menjadi bagian penting dalam proses penyusunan kurikulum yang kontekstual dan aplikatif.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi kelompok, serta sesi refleksi kurikulum yang melibatkan pimpinan program studi, dosen, dan tim pengembang kurikulum. Hasil workshop diharapkan menjadi dasar penyempurnaan kurikulum Prodi Gizi agar semakin kompetitif, profesional, dan mampu menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan global di bidang gizi, kesehatan, dan industri pangan.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Gizi menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat jalur profesi dietisien, serta menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan berkontribusi nyata dalam peningkatan status gizi masyarakat. (Asti Dewi)

Scroll to Top