
Bandung, 8 Juli 2026 – Program Studi Gizi Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan kegiatan Penyamaan Persepsi Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) Gizi Institusi dan Klinis antara Prodi Gizi FPOK UPI dan Clinical Instructor Rumah Sakit di Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta pada Selasa (7/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat FPOK UPI ini dihadiri oleh para Clinical Instructor dari berbagai rumah sakit sebagai mitra praktik mahasiswa guna menyamakan pemahaman mengenai pelaksanaan PBL Gizi Institusi dan Klinis.
Kegiatan ini merupakan forum koordinasi yang mempertemukan Program Studi Gizi FPOK UPI dengan para Clinical Instructor yang selama ini berperan sebagai pembimbing mahasiswa di lahan praktik. Melalui diskusi yang berlangsung secara interaktif, para peserta membahas berbagai aspek pelaksanaan Pengalaman Belajar Lapangan, mulai dari capaian pembelajaran, mekanisme pembimbingan, sistem penilaian, hingga penyelarasan standar kompetensi yang harus dicapai mahasiswa selama menjalani praktik di institusi maupun rumah sakit.
Penyamaan persepsi ini bertujuan untuk membangun kesamaan pemahaman antara pihak perguruan tinggi dan mitra rumah sakit sehingga proses pembelajaran lapangan dapat berjalan secara terarah, efektif, dan sesuai dengan kurikulum Program Studi Gizi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi dalam menciptakan pengalaman belajar yang berkualitas bagi mahasiswa.
Dalam suasana diskusi yang konstruktif, para Clinical Instructor turut memberikan berbagai masukan berdasarkan pengalaman mereka dalam membimbing mahasiswa di lapangan. Beragam perspektif tersebut menjadi bahan evaluasi dan pengembangan bagi Program Studi Gizi FPOK UPI dalam menyempurnakan pelaksanaan PBL agar semakin adaptif terhadap kebutuhan pelayanan gizi di institusi maupun fasilitas pelayanan kesehatan.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Gizi FPOK UPI menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan profesi melalui kemitraan yang erat dengan rumah sakit dan institusi pelayanan kesehatan. Sinergi antara perguruan tinggi dan mitra praktik diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang unggul, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmu gizi secara profesional, beretika, dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Pelaksanaan kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan melalui pendidikan tenaga gizi yang kompeten, Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan penguatan mutu proses pembelajaran berbasis praktik, serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan rumah sakit dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan.
