FPOK UPI Gelar Pengajian Ramadan 1447 H, Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas Ibadah

Dosen dan Tendik FPOK UPI mengikuti pengajian Ramadan 1447 H

Bandung, 27 Februari 2026 – Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan kegiatan Pengajian Dosen dan Pegawai dalam rangka menyambut dan mengisi Ramadan 1447 Hijriah, bertempat di Auditorium FPOK UPI. Kegiatan yang mengusung tema “Memaksimalkan Ramadan Mubarak dengan Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Ibadah dan Amal Saleh” ini diikuti oleh dosen dan tenaga kependidikan FPOK UPI. Pengajian menghadirkan Prof. Dr. H. Sofyan Sauri, M.Pd. sebagai penceramah utama.

Dalam tausiyahnya, Prof. Sofyan Sauri menekankan pentingnya menjadikan Ramadan sebagai momentum transformasi diri, baik dalam aspek spiritual, moral, maupun sosial. Ia mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya meningkatkan intensitas ibadah ritual, tetapi juga memperluas praktik amal saleh yang berdampak nyata bagi lingkungan sekitar. Menurutnya, Ramadan merupakan madrasah pembinaan karakter yang dapat memperkuat integritas dan profesionalisme sivitas akademika.

Kegiatan pengajian berlangsung khidmat dan interaktif. Para peserta mengikuti rangkaian acara mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tausiyah, hingga doa bersama. Momentum ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antar dosen dan pegawai di lingkungan FPOK UPI, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan solidaritas dalam menjalankan tugas tridarma perguruan tinggi.

Secara lebih luas, kegiatan ini selaras dengan upaya mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas dan penguatan institusi yang inklusif. Penguatan nilai spiritual dan etika kerja di lingkungan kampus diharapkan dapat berkontribusi pada terciptanya tata kelola pendidikan yang berintegritas, berkelanjutan, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.

Melalui kegiatan Pengajian Ramadan 1447 H ini, FPOK UPI berharap semangat peningkatan kualitas dan kuantitas ibadah tidak berhenti pada bulan Ramadan semata, tetapi terus terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam pengabdian kepada masyarakat, proses pembelajaran, maupun pelayanan administratif di lingkungan fakultas. Dengan demikian, nilai-nilai Ramadan dapat menjadi landasan dalam membangun budaya kerja yang profesional, humanis, dan religius.

Scroll to Top