PGSD Penjas FPOK UPI Gelar Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis Model dalam Pendidikan Jasmani

Bandung, 20 November 2025 — Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Pendidikan Jasmani (PGSD Penjas), Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Universitas Pendidikan Indonesia, menyelenggarakan Workshop Penerapan Deep Learning melalui Praktik Berbasis Model dalam Pendidikan Jasmani pada Kamis (20/11).

Kegiatan ini diikuti oleh 170 peserta yang terdiri dari guru, praktisi pendidikan jasmani, mahasiswa, serta pemerhati pendidikan olahraga. Peserta tidak hanya berasal dari wilayah Bandung Raya, tetapi juga dari berbagai daerah di Jawa Barat, seperti Tasikmalaya, Garut, Sukabumi, Cirebon, dan sekitarnya. Tingginya partisipasi lintas daerah menunjukkan antusiasme dan kebutuhan guru terhadap penguatan pembelajaran pendidikan jasmani yang relevan dengan kebijakan dan tantangan pendidikan masa kini.

Workshop ini menghadirkan Dr. Agus Mahendra, M.A., akademisi dan pakar pendidikan jasmani nasional, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya yang berjudul “Menerapkan Pembelajaran Mendalam di Indonesia: Pendekatan Berbasis Model dan Pendidikan Jasmani yang Bermakna”, Dr. Agus Mahendra menekankan pentingnya pergeseran paradigma pembelajaran pendidikan jasmani dari sekadar aktivitas fisik menuju proses pembelajaran yang bermakna, reflektif, dan kontekstual.

Menurutnya, pendekatan model-based practice dalam pendidikan jasmani memungkinkan peserta didik tidak hanya aktif secara fisik, tetapi juga berkembang pada aspek kognitif, afektif, dan sosial. Hal ini sejalan dengan konsep deep learning, yang menekankan pemahaman mendalam, transfer pengetahuan, serta pembentukan karakter dan kompetensi abad ke-21.

Ketua Program Studi PGSD Penjas FPOK UPI menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bagian dari komitmen prodi dalam meningkatkan kualitas profesionalisme guru pendidikan jasmani sekolah dasar.

“Melalui workshop ini, kami ingin mendorong guru pendidikan jasmani untuk menerapkan pembelajaran yang lebih bermakna, terstruktur, dan berorientasi pada pengembangan peserta didik secara utuh,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menjadi wadah diseminasi praktik baik (best practices) dalam implementasi pembelajaran pendidikan jasmani berbasis model, yang dapat langsung diaplikasikan di sekolah masing-masing.

Dari perspektif Sustainable Development Goals (SDGs), kegiatan workshop ini berkontribusi langsung terhadap SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kualitas pendidik dan inovasi pembelajaran, serta SDG 3 (Good Health and Well-being) dengan mendorong pendidikan jasmani yang mendukung gaya hidup aktif dan sehat sejak usia dini.

Melalui kegiatan ini, PGSD Penjas FPOK UPI menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan keilmuan dan praktik pendidikan jasmani yang adaptif terhadap kebijakan pendidikan nasional, sekaligus responsif terhadap kebutuhan guru dan sekolah di berbagai daerah.

Scroll to Top