FPOK UPI Hadirkan Diaspora Berdampak, Dorong Pemanfaatan AI untuk Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular

Bandung, 23 September 2026 — Program Profesi Ners Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan kegiatan Diaspora Berdampak dengan tema Artificial Intelligence & Machine Learning untuk Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular (Hipertensi, Demensia dan Diabetes Mellitus) pada Rabu (23/9/2026) di Auditorium FPOK UPI. Kegiatan ini menghadirkan Desy Nuryunarsih, Ph.D. dari University of St. Andrews, United Kingdom, sebagai narasumber untuk berbagi wawasan mengenai pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial dan machine learning dalam mendukung upaya deteksi dini penyakit tidak menular.

Kegiatan Diaspora Berdampak menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman akademik dari diaspora Indonesia yang berkiprah di perguruan tinggi luar negeri. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh perspektif mengenai perkembangan teknologi dan penerapannya dalam bidang kesehatan, khususnya dalam mengidentifikasi risiko penyakit tidak menular secara lebih dini.

Dalam pemaparannya, Desy Nuryunarsih, Ph.D. membahas perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning (ML) serta potensinya dalam mendukung pelayanan kesehatan. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengolah dan menganalisis berbagai data kesehatan sehingga dapat membantu proses identifikasi faktor risiko dan mendukung pengambilan keputusan dalam upaya pencegahan penyakit.

Topik hipertensi, demensia, dan diabetes mellitus menjadi bagian penting dalam pembahasan karena ketiganya memerlukan perhatian terhadap aspek pencegahan dan deteksi dini. Pemanfaatan teknologi berbasis data diharapkan dapat menjadi salah satu pendekatan untuk mendukung tenaga kesehatan dalam meningkatkan kualitas pelayanan serta memberikan intervensi yang lebih tepat berdasarkan kondisi dan risiko individu.

Bagi lingkungan akademik FPOK UPI, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat keterhubungan antara perkembangan ilmu pengetahuan global dengan pendidikan dan praktik kesehatan di Indonesia. Pertukaran pengetahuan dengan akademisi yang berkiprah di tingkat internasional diharapkan dapat memperluas wawasan sivitas akademika sekaligus mendorong pengembangan inovasi di bidang kesehatan.

Kegiatan Diaspora Berdampak tersebut turut memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-being, yang menekankan pentingnya peningkatan kesehatan dan kesejahteraan bagi semua. Pemanfaatan AI dan Machine Learning untuk mendukung deteksi dini penyakit tidak menular sejalan dengan upaya memperkuat pencegahan penyakit, meningkatkan kualitas layanan kesehatan, serta mendorong inovasi berbasis teknologi di bidang kesehatan.

Scroll to Top