S1 Prodi Ilmu Keolahragaan

Profil Program Studi Ilmu Keolahragaan

Program Studi Ilmu Keolahragaan (IKOR) merupakan program studi jenjang Sarjana (S1) non-kependidikan di bawah Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK), Universitas Pendidikan Indonesia. Program studi ini berdiri pada 19 April 1999 berdasarkan SK Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 155/DIKTI/Kep/1999. Lulusan memperoleh gelar Sarjana Olahraga (S.Or.). Prodi IKOR telah memperoleh peringkat akreditasi nasional Unggul serta akreditasi internasional AQAS, yang mencerminkan komitmen program studi terhadap penyelenggaraan pendidikan keolahragaan yang bermutu dan berorientasi pada standar nasional maupun internasional.

Ilmu Keolahragaan dikembangkan sebagai bidang keilmuan multidisiplin yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu untuk memahami aktivitas manusia, olahraga, kebugaran, kesehatan, dan performa secara ilmiah. Pembelajaran tidak hanya berorientasi pada kemampuan melakukan aktivitas olahraga, tetapi lebih menekankan pada kemampuan menganalisis, mengukur, mengevaluasi, merancang, dan mengembangkan aktivitas keolahragaan berbasis sains dan teknologi. Kurikulum mencakup bidang olahraga kesehatan, olahraga prestasi, olahraga rekreasi, tes dan pengukuran, kepelatihan, fisiologi latihan, biomekanika, psikologi dan sosiologi olahraga, manajemen, serta teknologi olahraga.

Secara keilmuan, Prodi IKOR memiliki visi untuk menjadi program studi yang pelopor dan unggul dalam pengembangan IPTEK dan sumber daya manusia keolahragaan pada era Revolusi Industri 5.0. Untuk mendukung visi tersebut, program studi mengembangkan pendidikan berbasis IPTEK, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta jejaring dan kemitraan dengan berbagai institusi dalam bidang keolahragaan.

Tujuan Program Studi

Program Studi Ilmu Keolahragaan FPOK UPI bertujuan menghasilkan Sarjana Olahraga yang memiliki kemampuan akademik, profesional, kritis, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan sains dan teknologi keolahragaan. Secara khusus, program studi diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sebagai analis keolahragaan, asisten peneliti keolahragaan, konsultan kebugaran, tenaga ahli kesehatan non-medis bidang keolahragaan, serta pembina kegiatan keolahragaan yang mampu mengelola kegiatan olahraga rekreasi, olahraga prestasi, dan olahraga pendidikan.

Selain memiliki kompetensi profesional, lulusan juga dipersiapkan untuk mampu mengembangkan diri melalui pendidikan lanjut, terlibat dalam penelitian dan pengembangan ilmu keolahragaan, menunjukkan kinerja profesional di lingkungan kerja, serta mengembangkan inovasi dan kewirausahaan di bidang olahraga. Program Educational Objectives (PEO) Prodi IKOR menegaskan bahwa lulusan diharapkan mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, terlibat dalam pengembangan profesional dan penelitian, menerapkan keilmuan secara profesional di lingkungan kerja, serta menciptakan inovasi dan peluang usaha di bidang keolahragaan.

Kompetensi yang Dikembangkan

Mahasiswa IKOR dibekali kemampuan untuk menguasai konsep dan implementasi ilmu keolahragaan pada bidang olahraga kesehatan, prestasi, rekreasi, dan teknologi olahraga. Mahasiswa juga dipersiapkan agar mampu melakukan kajian ilmiah, menggunakan tes dan pengukuran olahraga, menganalisis data, menerapkan teknologi informasi dan komunikasi, serta memecahkan berbagai permasalahan keolahragaan secara logis, kritis, sistematis, dan inovatif.

Kurikulum memperkuat kompetensi tersebut melalui mata kuliah seperti Anatomi Gerak Manusia, Fisiologi Latihan, Biomekanika Olahraga, Tes dan Pengukuran Olahraga, Teknologi Olahraga, Analisis Performa Olahraga, Identifikasi Bakat Olahraga, Program Latihan, Kondisi Fisik, Psikologi Olahraga, Statistika Penelitian Olahraga, Metodologi Penelitian Olahraga, Manajemen Olahraga, serta Literasi Informasi dan Digital Olahraga.

Dengan karakter kurikulum tersebut, lulusan IKOR tidak diarahkan hanya sebagai pelaksana kegiatan olahraga, tetapi sebagai tenaga profesional yang mampu menggunakan pendekatan ilmiah untuk melakukan asesmen, analisis, perencanaan, evaluasi, pengembangan program, serta pemanfaatan teknologi dalam bidang keolahragaan.

Profil Lulusan dan Prospek Karir

Dokumen Kurikulum 2023 menetapkan enam profil utama lulusan Program Studi Ilmu Keolahragaan, yaitu Analis Keolahragaan, Peneliti Keolahragaan, Konsultan Kebugaran, Tenaga Ahli Kesehatan Non-Medis Bidang Keolahragaan, Pembina Kegiatan Keolahragaan, dan Analis Performa Keolahragaan.

Berdasarkan profil tersebut, lulusan IKOR memiliki prospek karir yang luas, antara lain:

  1. Analis Keolahragaan
    Bekerja pada lembaga pemerintah, organisasi olahraga, klub, federasi, pusat pelatihan, maupun institusi swasta untuk melakukan analisis, evaluasi, dan pengembangan program keolahragaan.
  2. Peneliti atau Asisten Peneliti Keolahragaan
    Terlibat dalam penelitian pada perguruan tinggi, pusat penelitian, laboratorium sport science, organisasi olahraga, maupun lembaga pemerintah dan swasta yang bergerak dalam pengembangan olahraga.
  3. Konsultan Kebugaran dan Aktivitas Fisik
    Merancang, mengevaluasi, dan memberikan konsultasi mengenai program kebugaran dan aktivitas fisik pada pusat kebugaran, health and fitness center, institusi olahraga, komunitas, maupun secara mandiri.
  4. Tenaga Ahli Kesehatan Non-Medis Bidang Keolahragaan
    Berperan dalam asesmen kebugaran, aktivitas fisik, exercise testing, exercise prescription, promosi gaya hidup aktif, serta program olahraga untuk kesehatan sesuai dengan kompetensi non-medis yang dimiliki.
  5. Pembina dan Pengelola Kegiatan Keolahragaan
    Mengembangkan dan mengelola program olahraga masyarakat, rekreasi, prestasi, maupun kegiatan keolahragaan pada lembaga pemerintah, swasta, komunitas, organisasi olahraga, dan lembaga lainnya.
  6. Analis Performa Olahraga
    Melakukan pengukuran dan analisis performa atlet melalui pendekatan sport science, tes dan pengukuran, biomekanika, fisiologi, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses latihan dan peningkatan prestasi.

Prospek tersebut dapat berkembang pula ke bidang pelatih dan instruktur olahraga, pengelola dan administrator olahraga, tenaga profesional kebugaran dan aktivitas fisik, serta wirausaha bidang olahraga. Dokumen kurikulum menyebutkan bahwa alumni IKOR tersebar pada instansi pemerintah seperti kementerian dan dinas yang membidangi olahraga, sektor swasta, serta bidang kewirausahaan.

Program Studi Ilmu Keolahragaan, merupakan salah satu program studi non-kependidikan (nondik) pada Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia yang didirikan tanggal 19 April 1999 dengan SK Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nomor 155/DIKTI/Kep/1999. Prodi Ilmu Keolahragaan terakreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi dan terakreditasi internasional AQAS. Lulusan diarahkan menjadi peneliti dan pengembang ilmu keolahragaan, pelatih dan instruktur olahraga, pengelola dan administrator olahraga, tenaga profesional bidang kebugaran dan aktivitas fisik, serta wirausaha muda bidang olahraga. Lulusan tersebar pada instansi pemerintah (Menpora & Dispora) dan swasta maupun wiraswasta.

Sumber : https://kurikulum.upi.edu/struktur/prodi/F505

VISI
Menjadi Prodi yang pelopor dan unggul dalam Pengembangan IPTEK dan SDM Keolahragaan pada Era Revolusi Industri 5.0.

MISI
1. Mengembangkan IPTEK Keolahragaan yang relevan dengan kebutuhan stakeholder.

2. Menyelenggarakan pendidikan untuk mengembangkan SDM keolahragaan yang berbasis pada perkembangan IPTEK.

3. Menyelenggarakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat berbasis IPTEK dan kebutuhan masyarakat di era revolusi Industri 5.0.

4. Membangun jejaring, kemitraan dan kerja sama dengan berbagai pihak dalam kegiatan akademik maupun non-akademik di bidang IPTEK keolahragaan.

TUJUAN
1. Menghasilkan sarjana olahraga yang memiliki kompetensi sebagai analis keolahragaan yang dapat bekerja di instansi pemerintah atau swasta yang membidangi keolahragaan.

2. Menghasilkan sarjana olahraga yang memiliki kompetensi sebagai asisten peneliti keolahragaan yang dapat bekerja di instansi pemerintah atau swasta bidang keolahragaan

3. Menghasilkan sarjana olahraga yang memiliki kompetensi sebagai konsultan kebugaran yang dapat bekerja di pusat kebugaran.

4. Menghasilkan sarjana olahraga yang memiliki kompetensi sebagai Tenaga ahli Kesehatan Non-Medis Bidang Keolahragaan.

5. Menghasilkan sarjana olahraga yang memiliki kompetensi sebagai Pembina Kegiatan Keolahragaan yang dapat mengelola pelaksanaan kegiatan olahraga masyarakat, prestasi dan pendidikan.

SASARAN STRATEGIS
1. Peningkatan mutu calon mahasiswa dan peminatan internasional. Mutu mahasiswa baru perlu menjadi perhatian untuk meningkatkan kualitas lulusan. Strategi yang tepat perlu dirancang dan dilakukan secara sistematis. Pemanfaatan alumni, penyebaran leaflet, pengelolaan website, serta pengembangan kerja sama dan jejaring merupakan beberapa strategi promosi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan jumlah peminat khususnya di Program Studi S1 Ilmu Keolahragaan.

2. Peningkatan dan pengendalian mutu lulusan di difokuskan pada pemenuhan persyaratan akademik dan profesi internasional Mutu lulusan menjadi faktor penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di S1 Ilmu Keolahragaan. Untuk itu diperlukan mengevaluasi lulusan yang telah sudah bekerja. Upaya ini perlu terus ditingkatkan agar standar yang berorientasi pada kualitas difokuskan pada pemenuhan persyaratan akademik dan profesi internasional. Melalui benchmarking ke berbagai perguruan menjadi salah satu upaya mempercepat terwujudnya visi FPOK UPI untuk memperluas pengakuan internasional.

Peningkatan efektivitas masa studi mahasiswa Proses ini dilakukan melalui proses pembimbingan dan pembinaan mahasiswa, peningkatan akses mahasiswa terhadap sumber belajar, serta meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap aturan drop out. Diharapkan melalui proses ini para mahasiswa di S1 Ilmu Keolahragaan dalam mengoptimalkan mahasiswa lulus tepat waktu.

STRUKTUR ORGANISASI


PEMBAGIAN TUGAS DAN WEWENANG

  1. Setiap dosen memiliki tugas utama: pengajaran, penelitian, PkM.
  2. Penugasan tambahan dilakukan melalui SK Kaprodi:
    – Penanggung jawab kurikulum.
    – Pembimbing mahasiswa (skripsi/ PKM/ kompetisi).
    – Editor dan reviewer jurnal

Profile Dosen

  1. Profil Dosen
  1. Pendidikan (Proses Pembelajaran)
    – RPS
    – Model pembelajaran (PjBL & Case Study)
    – Proses evaluasi pembelajaran
    – Magang
  2. Penelitian
    – Peta jalan penelitian prodi
    – Penelitian dosen
    – Output: artikel, konferensi, HKI, paten, prototype
    – Hak Cipta Dosen
    – Paten Dosen
    – Keterlibatan mahasiswa dalam penelitian
  3. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM)
    – Kegiatan PkM yang relevan dengan keilmuan prodi
    – Output PkM
Scroll to Top