UPI Selenggarakan Seminar Nasional Perlindungan Data Pribadi dan Layanan Ramah Disabilitas

UPI Selenggarakan Seminar Nasional Perlindungan Data Pribadi dan Layanan Ramah Disabilitas

Bandung, UPI

Sekretaris Universitas Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. H. Memen Kustiawan, SE., M.Si., M.H., Ak., CA., CPA., mengungkapkan bahwa internet menawarkan berbagai macam kemudahan dan kecepatan dalam penyediaan informasi. Namun dibalik itu semua, Dirjen Aplikasi dan Informatika (Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika menghimbau masyarakat agar memahami pentingnya melindungi data pribadi mereka karena sudah banyak kasus mengenai pencurian data pribadi demi keuntungan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Oleh karena itu, di dalam melakukan aktivitas layanan publik, kita sebagai pemilik data harus bisa menjaga data pribadi kita agar terhindar dari pencurian data tersebut di tengah pesatnya era disrupsi digital saat ini yang sangat masif.

Ditegaskannya,”Data pribadi patut dilindungi untuk menghindari ancaman kejahatan dunia maya termasuk Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO). Hal ini dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan data pribadi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, sehingga terhindar dari potensi pencemaran nama baik.”

Ini terlihat sepele, ujar Prof. Memen, namun ini merupakan hak asasi manusia. Mengutip beberapa sumber, dikatakan bahwa data pribadi termasuk hak asasi dan privasi yang tercantum dalam Deklarasi Universal Manusia 1948 Pasal 12 dan Konvensi Internasional tentang Hak Sipil dan Politik (ICCPR) 1966 pasal 17. Data pribadi merupakan aset atau komoditas bernilai tinggi di era big data dan ekonomi digital.

Berdasarkan hal tersebut, Kegiatan Sosialisasi Layanan Ramah Disabilitas dan Seminar Perlindungan Data Pribadi Tahun 2023 ini diselenggarakan untuk memberikan pemahaman tehadap semua pihak. Kegiatan ini diikuti oleh sivitas akademika UPI, berlangsung di Auditorium Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UPI lantai 10, Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, Selasa (5/9/2023).

Sudah banyak yang membahas hal ini, ujarnya. Secara umum data pribadi memiliki sifat sensitif, oleh karena itu diperlukan perlindungan khusus, karena berkaitan dengan agama/keyakinan, kesehatan, kondisi fisik dan kondisi mental, kehidupan seksual, data keuangan pribadi, dan data pribadi lainnya yang mungkin dapat membahayakan dan merugikan privasi subjek data.

Sementara itu, di dalam seminar ini juga dibahas tentang layanan ramah disabilitas, seperti yang tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Undang-undang ini memberikan kepastian hukum dalam hubungan antara masyarakat dan penyelenggara dalam pelayanan publik. Penyelenggara pelayanan publik berkewajiban memberikan pelayanan dengan perlakuan khusus kepada kelompok rentan seperti penyandang disabilitas sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Di dalam melakukan peningkatan pelayanan publik yang inklusif, diharuskan memiliki prinsip ketersediaan, keterjangkauan atau aksesibilitas yang tidak diskriminatif, keberterimaan atau dapat diterima sesuai budaya, juga ada penyetaraan kualitas,” ungkapnya.

Bagi UPI, sarana prasarana di setiap fakultasnya sudah menuju layanan ramah disabilitas. Guiding block bagi penyandang tuna netra di setiap gedung sudah terpasang, begitu juga dengan fasilitas lainnya seperti area parkir khusus, pegangan rambat, lift khusus, kemudian pintu masuk yang mudah diakses khususnya bagi pengguna kursi roda dengan jalur yang landai. (dodiangga/photo:riza/jatmika)

MOKAKU: Pengenalan Dosen kepada Mahasiswa Baru

MOKAKU: Pengenalan Dosen kepada Mahasiswa Baru

Masa Orientasi Kampus dan Kuliah Umum (Moka-Ku) UPI 2023, salah satunya ada pengenalan dosen-dosen kepada mahasiswa baru yang bertujuan agar mahasiswa mengenal Dosennya. Ketika perkuliahan dimulai harapanya mahasiswa sudah mengenal dan dapat menghubungi langsung dosennya.

PELATIHAN DAN SOSIALISASI MENGENAI INSTRUMEN AUDIT INTERNAL (AMI)

PELATIHAN DAN SOSIALISASI MENGENAI INSTRUMEN AUDIT INTERNAL (AMI)

Pada Senin, 21 Agustus 2023, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengadakan kegiatan penting di Auditorium FPMIPA. Dr. Jenuri, M.Pd. (Wakil Direktur yang bertanggung jawab atas Bidang Sumber Daya, Keuangan, dan Umum), Prof. Dr. Hj. Leli Halimah, M.Pd. (Ketua Zona Integritas), dan Triana Lestari, S.Psi., M.Pd, (Ketua Satuan Kendali Mutu) Kampus UPI di Cibiru hadir dalam acara ini. Kegiatan yang berlangsung ini adalah Pelatihan dan Sosialisasi mengenai Instrumen Audit Internal (AMI).

Dalam upaya untuk menjaga transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi dalam proses manajemen universitas, kegiatan Pelatihan dan Sosialisasi Instrumen Audit Internal ini diadakan. Instrumen Audit Internal (AMI) memiliki peran yang krusial dalam memastikan bahwa semua aspek administratif, keuangan, dan sumber daya universitas berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Dengan kehadiran Wakil Direktur yang memiliki tanggung jawab langsung atas bidang sumber daya, keuangan, dan umum, acara ini menunjukkan komitmen UPI untuk meningkatkan kualitas pengelolaan internal. Pelatihan ini juga memberikan kesempatan kepada staf dan personel terkait untuk memahami dan menerapkan instrumen audit internal dengan lebih baik. Diharapkan, kegiatan ini akan memberikan manfaat yang signifikan dalam mengoptimalkan pengelolaan sumber daya universitas dan meningkatkan transparansi serta akuntabilitas dalam semua proses yang terkait. (Ibud)

21 Dosen UPI Terima SK Guru Besar

21 Dosen UPI Terima SK Guru Besar

Bandung, UPI

Sebanyak 21 orang dosen di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), menerima Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen Profesor/Guru Besar. Surat Keputusan tersebut diserahkan langsung oleh Rektor UPI Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd., M.A., yang didampingi jajaran pimpinan universitas di Ruang Rapat UC lantai 3, Kampus UPI Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, Jumat (1/9/2023).

Menurut Rektor UPI, dengan terbitnya SK tersebut, adalah sebuah anugerah dan kepercayaan dari Kemendikbudristek terhadap lembaga (UPI), begitupun kepada masing-masing pribadinya yang menerima. Ditegaskannya,”Ini adalah kepercayaan. Ini juga merupakan suatu modal bagi UPI di dalam kesiapannya untuk memberdayakan sumber daya manusianya dan untuk memaksimalkan kontribusi dari SDM tersebut terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi di UPI.”

Secara umum, ujarnya lagi, ini adalah sebuah rokognisi bagi UPI, oleh karena itu mereka tetap wajib untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, namun sesuai tingkatannya, diharapkan bisa mendukung dan menguatkan lembaga di bidang riset, serta mempublikasikannya. Dengan dukungan fasilitas dari lembaga, diharapkan mereka terus berkarya dengan riset-riset dan inovasinya. (dodiangga/foto/riza)

No Nama Fakultas
1 Dr. Deddy Achmad Kurniadi, M.Pd. FIP
2 Dr. Jajat Sudrajat Ardiwinata, M.Pd. FIP
3 Dr. Ridwan Effendi, M.Ed. FPIPS
4 Dr. Sumiyadi, M.Hum. FPBS
5 Siti Fatimah, M.Si., Ph.D. FPMIPA
6 Dr. Widi Purwianingsih, M.Si. FPMIPA
7 Dr. Rer. Nat. Ahmad Mudzakir, M.Si. FPMIPA
8 Dr. Riandi, M.Si. FPMIPA
9 Dr. Diana Rochintaniawati, M.Ed. FPMIPA
10 Dr. Sufyani Prabawanto, M.Ed. FPMIPA
11 Suhendra, M.Ed., Ph.D. FPMIPA
12 Dr. Iwa Kuntadi, M.Pd. FPTK
13 Dr. Johar Maknun, M.Si. FPTK
14 Dr. Mumu Komaro, M.T. FPTK
15 Dr. Ir. Drs. Iskandar Muda Purwaamijaya, M.T. FPTK
16 Dr. Hj. Yoyoh Jubaedah, M.Pd. FPTK
17 Dr. Hj. Sri Subekti, M.Pd. FPTK
18 Dr. Yudi Hendrayana, M.Kes. FPOK
19 Dr. Yusuf Hidayat, S.Pd., M.Si. FPOK
20 Dr. Julia, M.Pd. Kampus UPI di Sumedang
21 Drs. Herli Salim, M.Ed., Ph.D. Kampus UPI di Serang
Mahasiswa Baru UPI Mengikuti Kegiatan MOKA-KU 2023

Mahasiswa Baru UPI Mengikuti Kegiatan MOKA-KU 2023

Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan kegiatan pengenalan kampus yang disebut Masa Orientasi Kampus dan Kuliah Umum (MOKA-KU) selama 4 hari yaitu pada tanggal 28—31 Agustus 2023. Mahasiswa baru UPI pada tahun ini berjumlah 12.896 mahasiswa yang di antaranya 70 mahasiswa internasional angkatan 2023/2024 mulai dari jenjang diploma, sarjana, magister, dan doktor. Tema yang diusung pada MOKA-KU tahun ini yaitu “Prakarsa Kampus Pendidikan sebagai Manifestasi Karakter Bangsa”. Hal ini diharapkan menjadi jembatan bagi mahasiswa dalam melewati proses transisi menjadi mahasiswa yang lebih dewasa dan mandiri, serta untuk keberhasilannya menempuh pendidikan di perguruan tinggi sebagai bentuk karakter bangsa.

Rektor UPI, Prof. Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd., M.A., menyampaikan ucapan selamat kepada mahasiswa baru tahun ajaran 2023/2024 yang telah lolos seleksi. Selain itu, beliau juga menyampaikan ucapan bahagia atas didirikannya Fakultas Kedokteran (FK), UPI, “Pada tahun ini, saya pun berbahagia telah didirikannya Fakultas Kedokteran (FK) UPI. Dengan ini, marilah kita bersama terus mengobarkan semangat belajar yang tinggi. Mari bersiap untuk memasuki era lifelong learning. Inilah bentuk dedikasi kita untuk berkontribusi pada bangsa dan sekali lagi terima kasih serta selamat datang di UPI. Mari kita gunakan terus semangat ini untuk meraih prestasi,” ucap Rektor UPI.

Beliau berpesan kepada mahasiswa untuk terus mencari potensi dan aktivitas di mana saja, karena setiap individu dalam memahami industri global harus mampu meraih kesuksesannya, “Meraih potensi lebih penting, cari di mana saja, cari semua aktivitas yang memungkinkan karena di dunia setiap individu termasuk kalian harus memiliki kemampuan berpikir kritis dan kreatif dalam meraih kesuksesannya. Hal ini penting dalam membangun sosial dan emosional peserta didik seperti dalam mengambil keputusan dan menjadi pemimpin di masa yang akan datang”.

Selain sambutan rektor, MOKA-KU  2023 juga dibuka oleh sambutan ketua BEM REMA UPI (Hilal Syahbana), Ketua Senat Akademik UPI (Prof. Dr. Sumarto, M. SIE.), dan orasi ilmiah dari Ketua MWA UPI, Jenderal TNI (Purn) H. Agum Gumelar, M.Sc., mengenai “Peran Kaum Cendekia dalam Menjaga Integritas Moral Bangsa dan Nalar Publik di Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0”.

Acara pembukaan MOKA-KU semakin meriah ketika para mahasiswa baru melakukan bersama gerakan Spirit MOKA-KU yang dipandu oleh KIG Dance Community, penampilan dari UKM Katumbiri yang menampilkan tarian sunda, dan penampilan angklung orkestra dari UKM KABUMI UPI yang membawakan lagu medley nusantara juga ikut memeriahkan acara pembukaan MOKA-KU tahun ini.

 

(Nadrah Zuhrina/Nadhira Saffa Aulia)

3 Dosen UPI Selenggarakan Pengabdian Kepada Masyarakat dalam Mengatasi Masalah Stunting dengan Pendekatan Health Promotion

3 Dosen UPI Selenggarakan Pengabdian Kepada Masyarakat dalam Mengatasi Masalah Stunting dengan Pendekatan Health Promotion

3 Dosen Program Studi Keperawatan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di kampung adat Cireundeu pada hari ini Selasa, tanggal 15 Agustus 2023.  Kegiatan dihadiri peserta sebanyak 52 peserta yang terdiri dari kader kesehatan dan ibu-ibu yang memiliki anak balita di RW 10 A Kelurahan Leuwi Gajah, serta perwakilan dari Puskesmas Leuwi Gajah.

Tim pengabdian kepada masyarakat  ini terdiri tiga dosen Program Studi Keperawatan FPOK UPI, yakni Septian Andriyani,S.Kp.,M.Kep selaku ketua, dibantu dua anggota, Dr. Lisna Anisa Fitriana S.Kep.,Ners.,M.Kes, dan Dr.apt.Afianti Sulastri,S.Si.,M.Pd. Penyelenggarakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) Health Promotion Tentang Manajemen Stunting di kampung Adat Cireundeu Kota Cimahi ini diawali dengan penyampaian materi edukasi tentang kondisi stunting di Indonesia khususnya di Provinsi Jawa Barat yang menghawatirkan.

Septian Andriyani,S.Kp.,M.Kep selaku ketua mengungkapkan bahwa merujuk data Kementerian Kesehatan RI, 2021, di Indonesia, stunting telah menjadi masalah kesehatan masyarakat nasional, dengan prevalensi stunting balita sebesar 24,4%. Menurutnya, penyebab stunting diantaranya kurang gizi, kurang imunisasi, tidak cuci tangan dengan air mengalir dan tidak memakai sabun, tidak bab/bak di jamban sehat,  tidak melakukan stimulasi/rangsangan terhadap anak,  tidak datang ke posyandu dan mengikuti layanan kesehatan. Indikasi 3G pada stunting yaitu gagal tumbuh, gagal kembang dan gagal metabolisme.

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa screening pertumbuhan melalui penimbangan dan pengukuran tinggi badan pada anak-anak balita, pre test, promosi kesehatan,  post test dan simulasi  cara stimulasi perkembangan pada anak sesuai tahapan perkembangan. Kegiatan PkM juga membahas materi manajemen stunting berupa pencegahan dan penatalaksanaan stunting pada anak  yang disampaikan oleh Dr. apt.Afianti Sulastri, S.Si., M.Pd. Kegitan dilanjutkan dengan materi dan  pemberian stimulasi pada anak sebagai pencegahan stunting yang disampaikan oleh Septian Andriyani,S.Kp.,M.Kep (Humas UPI)

Pesan Ketua MWA UPI: Mahasiswa UPI Harus Harus Memiliki Jiwa Nasionalisme, Menciptakan Daya Saing dan Disiplin

Pesan Ketua MWA UPI: Mahasiswa UPI Harus Harus Memiliki Jiwa Nasionalisme, Menciptakan Daya Saing dan Disiplin

Bandung, UPI

Dalam sebuah wawancara, Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Jenderal TNI (Purn.) Dr. (H.C.). Agum Gumelar, M.Sc., pada kegiatan Masa Orientasi Kampus dan Kuliah Umum (MOKA-KU) bagi Mahasiswa Baru Universitas Pendidikan Indonesia Tahun Akademik 2023/2024, menegaskan bahwa kita harus menyadari betul bahwa untuk bisa menjadi bangsa yang besar itu ada 3 syarat. Agar bisa membangun bangsa ini menjadi bangsa yang besar, pertama, harus memiliki jiwa semangat nasionalisme yang besar, cinta kepada bangsa, rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan mengedepankan kepentingan bangsa dan negara atas kepentingan pribadi.

“Syarat kedua adalah SDM. Kita harus bisa menciptakan daya saing yaitu dengan menciptakan SDM yang mampu menciptakan daya saing karena eranya era persaingan, karena kita berada di era kompetitif. Sementara itu, syarat yang ketiga adalah disiplin. Proses pembangunan akan berhasil apabila pembangunan dilaksanakan di tangan masyarakat yang disiplin,” ungkapnya. Pernyataan tersebut disampaikannya di Gedung Gymnasium Kampus UPI Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, Senin (28/8/2023).

Diungkapkannya,”Berdasarkan data, dari 50.000-an pendaftar, sebanyak 12.896 orang tercatat sebagai mahasiswa baru UPI tahun akademik 2023/2024. Ketika kalian menjadi bagian darinya, itu artinya adalah kalian orang-orang terpilih. Ketika sudah berstatus menjadi mahasiswa UPI, dan mendapatkan tugas untuk belajar, harapan kita semua, lakukanlah itu dengan penuh pengertian. Mengerti kenapa harus menimba ilmu di UPI. Kedua, lakukanlah dengan penuh kesungguhan. Patuhilah aturan-aturan yang berlaku di UPI. Berikutnya, lakukanlah dengan penuh kegembiraan, kebersamaan, ciptakan suasana gembira tersebut kepada sesama sivitas akademika UPI.”

Jadikanlah proses pembelajaran di UPI sebagai bekal untuk bisa mengabdi kepada kepentingan bangsa dan negara karena masa depan milik kalian. Diharapkan, di dalam melaksanakan tugas belajar di UPI, beradaptasilah dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang sangat pesat tersebut, yang merubah peradaban manusia. Dahulu ada istilah yang mengatakan bahwa yang besar mengalahkan yang kecil, namun saat ini yang berlaku adalah yang cepat yang mengalahkan yang lambat. (dodiangga/riza/jatmika)

UPI Resmi Terima 12.896 Mahasiswa Baru

UPI Resmi Terima 12.896 Mahasiswa Baru

Bandung, UPI

Sebanyak 12.896 orang tercatat sebagai mahasiswa baru Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) tahun akademik 2023/2024. Jumlah tersebut berasal dari jenjang S1 sebanyak 11.639 orang, jenjang S2 sebanyak 900 orang, dan jenjang S3 sebanyak 357 orang. Sementara itu pada kesempatan yang sama, pada tahun ini pula UPI menerima mahasiswa internasional sebanyak 70 orang dari berbagai negara dan program  dan tersebar di bergai program studi.

Informasi tersebut disampaikan Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd., M.A., dalam Pidato Rektor pada kegiatan Masa Orientasi Kampus dan Kuliah Umum (MOKA-KU) bagi Mahasiswa Baru Universitas Pendidikan Indonesia Tahun Akademik 2023/2024, di Gedung Gymnasium Kampus UPI Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, Senin (28/8/2023).

Rektor UPI menambahkan,”Pada moka-ku kali ini hadir mahasiswa internasional atas nama Hiromu Inoue mahasiswa S2 Penmas FIP UPI dari Jepang dan Sadick Akida Mwariko mahasiswa S2 PAUD FIP UPI dari Tanzania. Sementara itu program studi jenjang sarjana (S1) yang paling diminati pada tahun ini adalah Psikologi, Manajemen, dan Ilmu Komunikasi.”

Rektor UPI dalam kegiatan Masa Orientasi Kampus dan Kuliah Umum bagi Mahasiswa Baru Universitas Pendidikan Indonesia Tahun Akademik 2023/2024 kembali menegaskan bahwa di era sekarang adalah eranya digital yang penuh tantangan. Oleh karena itu, salah satu yang diharapkan adalah bagaimana mereka memiliki kapasitas untuk belajar sepanjang hayat. Dikatakannya,”Dunia akan terus berubah, saat ini zamannya serba cepat, siapa yang cepat beradaptasi maka akan memenangkan kompetisi, namun sebaliknya siapa yang lambat pasti akan tertinggal. Oleh karena itu kemampuan belajar sepanjang hayat tersebut diartikan sebagai kemampuan untuk selalu mengadaptasikan diri dengan perubahan dan tantangan yang dihadapi.”

Mahasiswa UPI terpilih adalah calon tenaga ahli, tenaga profesional, bahkan calon pemimpin masa depan, yang akan menjadi fondasi bagi kemajuan bangsa Indonesia, ungkap Rektor UPI. Dengan menjadi mahasiswa UPI, kalian telah bergabung dengan komunitas akademik yang telah tumbuh menjadi salah satu universitas terbaik di tingkat nasional, regional, dan bahkan global. (dodiangga/riza/jatmika)

PENDAFTARAN ONLINE

Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

065166
Users Today : 9
Total views : 127034
Who's Online : 0
Your IP Address : 34.236.134.129

© 2021 FPOK UPI – Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan