International Conference on Sport and Education

DELEGASI INDONESIA

UPI  mengirim delegasi yang cukup lengkap pada Konferensi Internasional Tentang Olahraga dan Pendidikan, yang dilangsungkan di Bangkok, Thailand, 30 Oktober - 2 November 2005. Tim UPI diwakili oleh Prof. Dr. Rusli Lutan (PR 3 UPI), Dr. H. Amung Ma'mun, M.Pd. (Dekan FPOK UPI), Danu Hoedaya, Ph.D. (Sekjur Prodi Pendidikan Olahraga Pasca Sarjana UPI), dan Agus Mahendra (PD I FPOK UPI).

Melengkapi tim/Delegasi Jabar  tersebut, turut pula mendampingi Bapak H. Soeryatna Soebrata (Tokoh Olahraga Jabar yang mantan Wagub Provinsi Jabar) dan Drs. H. Sudrajat Prawirasaputra (Sekum KONI Jabar). Di samping itu, dari KEMENEGPORA turut pula hadir dua Asisten Deputi, masing-masing Dra. Yuni P, M.Pd. dan Dr. James Tangkudung, M.Pd. Lalu seorang lagi peserta dari Padang, yaitu Drs. Syahrial, M.Kes, Dekan FIK UNP. Di sana, ternyata delegasi inipun bertambah satu orang, karena Kepala Sekolah KBRI Bangkok, Drs. Abri, pun ditugaskan Kedubes untuk ikut serta. Lengkaplah Delegasi Indonesia menjadi 10 orang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Konferensi Internasional Olahraga dan Pendidikan

Bangkok, 30 Oktober – 2 November 2005

 Konferensi Internasional tentang Olahraga dan Pendidikan dilaksanakan di Bangkok atas prakarsa Kementrian Turisme dan Olahraga bekerja sama dengan Kementrian Luar Negeri Thailand, sebagai perayaan atas ditetapkannya tahun 2005 sebagai Tahun Internasional Olahraga dan Pendidikan Jasmani oleh PBB (United Nation of International Year of Sport and Physical Education). Konferensi ini pun merupakan konferensi ke sekian kalinya di tahun 2005 ini, yang dilaksanakan sebagai respons atas keprihatinan PBB terhadap menurunnya perhatian masyarakat tentang peranan olahraga dan pendidikan jasmani, sehingga konferensi Bangkok diarahkan untuk menghasilkan Agenda Bangkok untuk Tindakan Nyata (Bangkok Agenda for Action).

Konferensi Bangkok menghadirkan pembicara-pembicara berkelas international. Di antaranya adalah Adolf Ogi, mantan presiden Swiss yang kini diangkat sebagai Penasehat Khusus Sekjen PBB untuk masalah Olahraga untuk Pembangunan dan Perdamaian, kemudian Ken Hardman, profesor olahraga dari Worcester University di Inggris yang temuannya tentang menurunnya perhatian global terhadap pendidikan jasmani dan olahraga di sekolah dikutip di mana-mana di seluruh dunia. Lalu tampil pula Gudrun Dol Tepper (Jerman), Ketua ICSSPE (International Council of Sport Sciences and Physical Education), serta Dong Ja Yang, Ketua ICHPER-SD (International Council of Health, Physical Education, Recreation, Sport and Dance). Tentu masih banyak lagi pembicara lainnya dari seluruh dunia, yang mewakili hampir seluruh wilayah dan benua seperti dari Amerika, Asia-Fasifik, Afrika, Eropa, serta Australia.

Konferensi yang dibuka secara resmi oleh Perdana Menteri Thailand, Thaksin Sinawatra, ini mengangkat tema-tema politis dari olahraga dalam kaitannya dengan pendidikan. Karena itu tidak mengherankan bahwa para peserta dan pembicara pada konferensi ini lebih banyak diwakili oleh pejabat-pejabat resmi seperti menteri olahraga atau minimal deputy menteri, ketua koni (NOC), serta para pejabat di lingkungan departemen pendidikan, dan yang tidak kalah pentingnya adalah para pejabat eksekutif dari UNESCO (United Nation Educational, Scientific, and Cultural Organization). Tidak mengherankan bahwa dari Thailand sendiri turun langsung menteri pendidikan dan menteri olahraganya, serta dari Filipina dan Butan juga diwakili langsung oleh menteri olahraganya.

Konferensi dibagi ke dalam beberapa topik, di antaranya topik Olahraga untuk Pendidikan dan Pendidikan untuk Olahraga, Peranan Olahraga bagi Perdamaian dan Pembangunan, Reformasi Pendidikan Jasmani di Sekolah, serta Media dan Olahraga.

Pada akhirnya, konferensi ini menghasilkan Bangkok Agenda for Action, yang melahirkan dua belas butir himbauan bagi seluruh negara di dunia, untuk lebih memperhatikan kualitas pendidikan jasmani dan olahraga sebagai alat pendidikan untuk menciptakan dunia sebagai tempat tingal yang lebih baik. Kedua belas butir agenda tersebut  menyinggung masalah:

  1. pentingnya pendidikan jasmani dan olahraga dalam pembangunan manusia dan pembangunan nasional.
  2. Pendidikan jasmani dan olahraga merupakan bagian integral dari pendidikan yang berkualitas.
  3. Waktu minimal beraktivitas dalam kurikulum 120 menit perminggu, dan waktu berolahraga dalam jangka panjang minimal 180 menit/minggu.
  4. Fasilitas olahraga milik pribadi dan pemerintah, termasuk SDMnya, harus tersedia bagi masyarakat umum.
  5. Perlunya setiap negara untuk mengembangkan strategi 10 tahun untuk meningkatkan kualitas Pendidikan jasmani dan olahraga mulai tahun 2006, dsb.

Secara detil, kedua belas agenda tersebut dapat dipelajari dalam naskah aslinya.

 

Kontingen Jawa Barat ke Bangkok berpose dengan Kepsek Sekolah KBRI Bangkok., Drs. Abri. Dari kiri, Agus Mahendra, Rusli Lutan, Amung Ma'mun, Sudrajat P., Suryatna Soebrata, Danu Hoedaya.

 

Amung Ma'mun dan Suryatna Soebrata berpose dengan Adolf Ogi, Penasehat Khusus Sekjen PBB untuk Olahraga Bagi Perdamaian dan Pendidikan. Mr. Ogi adalah mantan Presiden Swiss.

 

Dekan FPOK UPI berkenalan dengan Adolf Ogi, didampingi Prof. Rusli Lutan, Syahrial (berbatik), Dekan FIK UNP, dan Danu Hoedaya.

 

Merupakan kebanggaan bisa berpose dengan Adolf Ogi, sambil membujuk agar beliau bersedia datang ke Kongres International yang akan diselenggarakan di Bandung, September 2006.

 

Amung Ma'mun dan Agus Mahendra berpose dengan Direktur International Olympic Academy (IOA), Mr. Costas Georgidas (paling kiri), yang berkedudukan di Olimpia, Athena. Sekalian bernostalgia, karena keduanya pernah mengikuti program IOA di awal 2004 dulu.

Paling gak tahan melihat gadis-gadis Thailand dalam bungkusan pakaian tradisional mereka. Yuk foto bersama, yuk.