Jurnal PGSD Pendidikan Jasmani, Volume 1 Nomor 3 , Desember 2013: Budi Sukarno – PENGARUH PEMBELAJARAN PERMAINAN TRADISIONAL PERMAINAN HADANG TERHADAP TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA

PENGARUH PEMBELAJARAN PERMAINAN TRADISIONAL

PERMAINAN HADANG TERHADAP TINGKAT

KEBUGARAN JASMANI SISWA

 

Budi Sukarno

Tjetjep Habibudin, M. Ruhiat “Penulis Penanggung Jawab”

Program Studi PGSD Pendidikan Jasmani

Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Universitas Pendidikan Indonesia

Budi_sukarno67@yahoo.com

Abstrak (Abstract) :

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh penerapan pembelajaran permainan tradisional permainan hadang terhadap peningkatan kebugaran jasmani pada siswa kelas IV SD Negeri Gegerkalong Girang 1-2. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode exsperimen (metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan). Desain penelitian menggunakan one group pretest-posttest design.  Populasi siswa kelas IV SD Negeri gegerkalong Girang 1-2 sebanyak 44 orang, sampel penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri Gegerkalong Girang1-2 sebanyak 30 orang dengan rincian 15 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan.  Teknik pengambilan sampel yaitu Purposive sample.  Waktu penelitian yaitu selama 2 bulan, jumlah latihan 18 kali pertemuan, dengan frekuensi jadwal latihan 1 minggu 3 kali.  Bentuk tes yang digunakan penulis adalah TKJI (tes kesegaran jasmani Indonesia) yang disesuaikan dengan umur masing-masing siswa. Berdasarkan dari hasil penghitungan dan analisis data kelompok putri diperoleh rata-rata tes awal TKJI 5,8, rata-rata tes akhir 19 dengan selisih 13,2. Sedangkan kelompok putra rata-rata tes awal TKJI 6,6, rata-rata tes akhir 21,2, dengan selisih 14,6.  Maka selisih perbandingan kelompok siswa putra dan putri kelas IV SD Negeri Gegerkalong Girang 1-2 adalah 1,4.  Hal ini berarti, hasil kelompok latihan siswa putra dan putri kelas IV SD Negeri Gegerkalong Girang 1-2 menunjukkan peningkatan kebugaran jasmani. Kesimpulan terdapat pengaruh pembelajaran permainan tradisional permainan hadang terhadap kebugaran jasmani pada siswa.

 

Kata Kunci: Hakikat Kebugaran Jasmani, Hakikat Bermain, Permainan Tradisional, Permainan Hadang.

 

Abstract

The purpose of this study was to determine whether there is any effect of the implementation of traditional games: Hadang Game toward the level of physical fitness elementary of fourth grade school students in SDN 1-2 Gegerkalong Girang. The method used in this study is the experimental method (the method which is used to find the effect of a particular treatment over another in uncontrolled conditions). In designing the research, the researcher was using a one group pretest-posttest design. The population of  fourth grade students in SDN 1-2 Gegerkalong Girang was 44 people, and the sample used in this research was 30 people, including 15 male students and 15 female students. Purposive sampling was used as a technique to obtain the sample. The study was carried out in 2 months, including 18 training sessions, with 3 times training in a week. The test form used by the researcher was TKJI (Indonesia physical fitness test), adjusted to the age of each student. Based on the results of calculation and data analysis, the female group gained an average score 5.8 of TKJI initial tests, the average score of final test was 19 with a difference score of 13.2. While the male group gained an average score 6.6 of TKJI initial test, the average score of final test was 21.2, with a difference score of 14.6. Thus, the difference score in the comparison of male and female group was 1.4. It means the result of the training group of male and female in class IV SDN Gegerkalong Girang 1-2 shows there is an improvement of physical fitness. It could be concluded that there were significant effect in learning by playing traditional game: Hadang Game toward the level of physical fitness of students.

Keywords: Physical Fitness, Traditional Games, Hadang Game.

 

Kebugaran jasmani merupakan salah satu indikator dalam menentukan derajat sehat dinamis seseorang yang menjadi kemampuan jasmani dasar untuk dapat melaksanakan tugas yang harus dilaksanakan. Dengan fisik yang sehat dan bugar, seseorang dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan optimal. Kebugaran yang dimiliki seseorang akan memberikan pengaruh terhadap kinerja seseorang dan juga akan memberikan dukungan yang positif terhadap produktivitas bekerja atau belajar.

Kebugaran anak-anak usia sekolah juga sangat penting. Terutama kebugaran dalam mendukung motivasi belajar siswa. Secara logika, apabila seorang siswa sakit sulit untuk berkonsentrasi belajar. Motivasi belajar yang tinggi dapat meningkatkan prestasi belajar. Dengan demikian kebugaran secara signifikan tidak langsung memiliki kontribusi terhadap prestasi belajar, namun anak pada usia sekolah mempunyai potensi yang sangat besar untuk dioptimalkan segala aspek perkembangannya, termasuk aspek fisik. Artinya aspek fisik sebagai perkembangan dari unsur kematangan dan pengendalian gerak tubuh. Terdapat hubungan yang saling mempengaruhi antara hubungan tubuh, keterampilan gerak, dan kontrol gerak, keterampilan gerak anak tidak akan berkembang tanpa adanya kematangan kontrol gerak. Kontrol gerak tidak akan optimal tanpa kebugaran tubuh. Kebugaran tubuh tidak akan tercapai tanpa latihan fisik. Adapun tujuan utama pendidikan kebugaran, yakni:

Menurut Suherman (2011: 116), menyebutkan bahwa:

Tujuan pendidikan kebugaran adalah untuk pengembangan dan pemeliharaan kebugaran siswa dan bukan hanya menjadikan para siswa ahli dalam bidang olahraga tertentu semata. Pendidikan kebugaran dirancang untuk mengembangkan pengetahuan, sikap, dan, keterampilan yang menguntungkan bagi kesehatan dan perilaku gaya hidup aktif dan sehat sepanjang hayat. Tujuan mengajar kebugaran kepada siswa adalah membantu mereka memperoleh keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang membawa mereka ke gaya hidup aktif.

Dalam kurikulum pendidikan jasmani  kelas IV tertera tentang pengajaran latihan kebugaran jasmani yang tertuang dalam KTSP yaitu mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani dan olahraga yang terpilih. Demikian pun mengenai kebugaran jasmani yang erat kaitannya dengan masalah kesehatan dan keterampilan merupakan hal yang sangat penting bagi semua lapangan kehidupan, khususnya kebugaran jasmani siswa sekolah dasar adapun definisi kebugaran jasmani (Physical Fitness), yakni:

          Menurut Tarigan (2012: 30-31), bahwa:

Kebugaran jasmani adalah kesanggupan untuk melakukan kegiatan sehari-hari dengan semangat dan penuh kesadaran, yang dilakukan tanpa mengalami kelelahan yang berarti, serta dapat terhindar dari penyakit kurang gerak (hypokinetik) sehingga dapat menikmati kehidupan dengan baik dan bersahaja.

Agar standar kompetensi pembelajaran pendidikan jasmani dapat terlaksana maka guru pendidikan jasmani harus kreatif dan mampu membuat pembelajaran yang efektif serta menyenangkan. Penggunaan pendekatan yang tepat variasi maupun modifikasi alat dalam pembelajaran pendidikan jasmani dapat menunjang terlaksananya standar kompetensi yang telah ditentukan.

Dalam hal ini pembelajaran permainan tradisional menjadi alternatif dalam pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah dasar. Pembelajaran permainan tradisional ini lebih ditekankan pada upaya mengembangkan kebugaran jasmani siswa dan pelestarian budaya bangsa yang sudah mulai ditinggalkan oleh generasi baru karena lebih menyukai permainan modern dan permainan bernuansa teknologi yang menjadi pilihan. Melalui pembelajaran pendidikan jasmani dan olahraga permainan tradisional dapat dikenalkan kembali kepada anak-anak Sekolah Dasar untuk dapat meningkatkan kebugaran jasmani,  juga dapat melestarikan warisan budaya. Dalam pelaksanaannya, guru tidak perlu memaksakan harus membeli peralatan dengan biaya tinggi. Upayakan saja memanfaatkan dari lingkungan yang ada di sekolah dengan mencari bahan yang murah dan terjangkau oleh anak.

Permainan tradisional adalah bentuk kegiatan permainan dan olahraga yang berkembang dari suatu kebiasaan masyarakat tertentu. Pada perkembangan selanjutnya permainan tradisional sering dijadikan sebagai jenis permainan yang memiliki ciri ke daerahan asli serta disesuaikan dengan tradisi budaya setempat. Sejalan dengan hal tersebut Uhamisastra (2010: 1) berpendapat bahwa:

“Permainan tradisional adalah permainan yang dimainkan dengan alat-alat yang sederhana, tanpa mesin, asalkan anak tersebut sehat, maka ia bisa ikut bermain”.

Oleh karena itu pembelajaran permainan tradisional merupakan salah satu variasi atau modifikasi dalam pembelajaran pendidikan jasmani, mungkin sekarang permainan tradisional kurang dikenal oleh anak-anak maka untuk menimbulkannya kembali guru penjas harus inovatip dalam menyampaikan pembelajaran penjas, selain untuk mengembangkan kebugaran jasmani permainan tradisional diterapkan dalam pembelajaran penjas sekaligus mengenalkan kembali permainan tradisinal yang sudah mulai menghilang.

METODE PENELITIAN

          Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen.  Alasan peneliti menggunakan metode ini didasarkan pada bentuk penelitian itu sendiri yang bertujuan untuk meneliti suatu peristiwa atau suatu gejala dan kemudian melihat apa penyebab peristiwa atau gejala itu bisa muncul. Sugiyono (2010: 107) menjelaskan sebagai berikut:

“Metode penelitian eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan”.

 

 

 

 

 

 

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Uji Normalitas Data

Kelompok

Lo

Lt

Kesimpulan

Putri

0,1331

0,2200

Normal

Putra

0,2563

0,2200

Tidak Normal

Dari tabel penghitungan uji normalitas data tersebut menunjukkan bahwa nilai Lo dari masing-masing kelompok memiliki hasil yang lebih kecil dari nilai kritis L untuk uji Liliefors, untuk jumlah sampel 15 dan taraf α = 0,05 pada tabel menunjukkan 0,2200, sedangkan penghitungan Lo dari kelompok putra dan putri seluruhnya menunjukkan nilai < 0,2200.  Hal ini berarti Ho diterima, dari kedua kelompok tersebut maka kelompok siswi putri berdistribusi normal, dan kelompok putra > 0,2200 hal ini berarti Ho ditolak dan H1 diterima artinya data kelompok putra tidak berdistribusi normal.

 

Uji Homogenitas

Kelompok yang Diuji

Kesimpulan

Putra dan Putri

1,76

2,48

Homogen

 

          Berdasarkan hasil penghitungan, maka diperoleh bahwa nilai  tes sebesar 1,76 dan  pada taraf α = 0.05 dan derajat kebebasan (dk) pembilang = n-1 = 15-1 =14 dan derajat kebebasan penyebut = n-1 = 15-1 = 14, atau nilai   = 2,48.  Ternyata  (1,76) lebih kecil dari nilai yang ditunjukkan oleh tabel ( ), yakni F- hitung (1,76) < F- tabel (2,48).  Dengan demikian dapat disimpulkan hipotesis Ho diterima dan data bersifat homogen.

Uji Hipotesis

Kelompok

Kesimpulan

Putra dan Putri

2,33

1,70

Signifikan

          Dari hasil penghitungan di atas didapat  dari kelompok siswa putra dan putri kelas IV SD Negeri Gegerkalong Girang 1-2 adalah 2,33, sedangkan  dengan peluang 0,95 dan dk = 14 didapat 1,70.  Hal ini menunjukkan nilai  dari kelompok siswa putra dan putri kelas IV SD Negeri Gegerkalong Girang 1-2 lebih besar dari  atau berada di luar daerah penerimaan Ho, dan ini berarti adanya perbedaan pengaruh dari kedua kelompok tersebut yang berarti dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penerapan pembelajaran permainan tradisional permainan hadang terhadap kebugaran jasmani pada siswa kelas IV SD Negeri Gegerkalong Girang 1-2.

PEMBAHASAN

          Observasi awal dilakukan peneliti di SD Negeri Gegerkalong Girang 1-2 tempat penelitian akan dilaksanakan, obyek penelitian yaitu siswa kelas IV SD Negeri Gegerkalong Girang 1-2, menjelaskan tentang prosedur tes TKJI tes awal untuk mengetahui kebugaran jasmani siswa sebelum eksperimen. Tes akhir dilakukan pada pertemuan ke-18 untuk mengetahui kebugaran jasmani siswa setelah dikasih tindakan atau eksperimen, setelah dilakukan eksperimen selama 16 kali latihan.

          Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data dengan statistik mengenai pengaruh pembelajaran permainan tradisional permainan hadang terhadap kebugaran jasmani pada siswa kelas IV SD Negeri Gegerkalong Girang 1-2, menunjukkan bahwa adanya pengaruh pembelajaran permainan tradisional permainan hadang terhadap kebugaran jasmani pada siswa kelas IV SD Negeri Gegerkalong Girang 1-2. Dari hasil penemuan di lapangan, terlihat bahwa terdapat pengaruh pembelajaran permaianan tradisional permainan hadang terhadap kebugaran jasmani siswa kelas IV SD Negeri Gegerkalong Girang 1-2. Serta terdapat

KESIMPULAN

          Berdasarkan hasil analisis data penelitian yang penulis teliti terbukti bahwa upaya mengembangkan kebugaran jasmani siswa kelas IV di SD Negeri Gegerkalong Girang 1-2 melalui pembelajaran permainan tradisional permainan hadang, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa:

  1. Terdapat pengaruh pembelajaran permaianan tradisional permainan hadang terhadap kebugaran jasmani siswa kelas IV SD Negeri Gegerkalong Girang 1-2.
  2. Terdapat peningkatan penerapan pembelajaran permainan tradisional permainan hadang terhadap kebugaran jasmani pada siswa kelas IV SD Negeri Gegerkalong Girang 1-2.

REKOMENDASI

Dalam proses belajar mengajar sebaiknya sebagai guru penjas harus lebih kreatif dan pandai dalam memilih materi pembelajaran untuk meningkatkan kebugaran jasmani seperti menggunakan media pembelajaran permainan tradisional permainan hadang, permainan yang sederhana namun anak bisa berkompetisi dengan teman lawannya dan anak merasa senang mengikuti pembelajaran penjas di sekolah.

DAFTAR PUSTAKA

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta Bandung.

Suherman, Adang. (2011). Realitas Kurikulum Pendidikan Jasmani: Upaya Menuju Kurikulum Berbasis Penelitian. Bandung: Rizqi Press.

Tarigan, Beltasar. (2012). Optimalisasi Pendidikan Jasmani dan Olahraga Berlandaskan Ilmu Faal Olahraga (Sebuah Analisis Kritis). Eidos.

Uhamisastra. (2010). Modul Permainan Tradisional. FPOK-UPI.