Jurnal PGSD Pendidikan Jasmani 1, Nomor 3, Desember 2013 : Astri Yulianti – MENGEMBANGKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS IV SDN CIBEUNYING 2 DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI MELALUI PENGEMBANGAN PERMAINAN TRADISIONAL

MENGEMBANGKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS IV SDN CIBEUNYING 2 DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI MELALUI PENGEMBANGAN PERMAINAN TRADISIONAL

 

Astri Yulianti

Jajat Darajat, KN

Alit Rahmat

PGSD Penjas

Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Universitas Pendidikan Indonesia

astriyulianti459@yahoo.com

Abstrak

Motivasi merupakan proses aktualisasi sumber penggerak dan pendorong tingkah laku manusia dalam memenuhi kebutuhan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dalam permainan tradisional motivasi anak akan terdorong karena dalam permainan tradisional banyak variasi dan modifikasi yang bisa diterapkan pada siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani.

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui pembelajaran  permainan tradisional. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Cibeunying 2 Kabupaten Bandung Jawa Barat selama 1 bulan. Berdasarkan pengamatan peneliti pada kelas 4 SDN Cibeunying 2 sebanyak 35 siswa, jumlah siswa yang bermotivasi dalam pembelajaran kurang dari 50% (sekitar 47,8%).

Dalam penelitian ini sebagian siswa ber ikap acuh tak acuh terhadap pembelajaran. Gejala ini menjadi permasalahan yang dipandang peneliti perlu segera diatasi. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah peningkatan motivasi belajar siswa.

Upaya pemecahan masalah dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) perencanaan tindakan (planning) yang meliputi kegiatan analisis faktor penyebab dan penetapan aksi, (2) pelaksanaan tindakan (acting), (3) pengumpulan data (observing), dan (4) refleksi yang berupa analisis efektivitas tindakan. Serangkaian kegiatan ini merupakan satu siklus. Berdasarkan hasil observasi kelas ditemukan bahwa akar permasalahan tersebut adalah materi pembelajaran yang kurang menarik sehingga  membuat siswa kurang antusias terhadap pembelajaran penjas. Peneliti merumuskan tindakan pengimplementasian aktivitas pembelajaran permainan tradisional pada pembelajaran penjas. Dengan melakukan tindakan tersebut diharapkan motivasi belajar siswa dapat meningkat.

Berdasarkan analisis data selama siklus I dan II dapat disimpulkan bahwa: Motivasi belajar siswa meningkat dari rata-rata 7,6-11,4 atau sekitar 50%  dan jumlah siswa yang termotivasi terhadap pembelajaran penjas meningkat (25,7% – 82,5%).

Kata Kunci : Motivasi Belajar dan Permainan Tradisional

 

Penjas merupakan pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani dan direncanakan secara sistematik. Tujuan penjas menuru Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP) 2006 adalah mengembangkan keterampilan pengelolaan diri upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup melalui berbagai aktivitas jasmani. Selain itu juga penjas mengembangkan kemampuan gerak dan keterampilan berbagai macam permainan dan olahraga. Indikator keberhasilan pembelajaran penjas tidak bisa dicapai tanpa adanya peran aktif seorang guru. Guru penjas perlu memahami kondisi dan karakteristik setiap siswa untuk belajar gerak, berantusias, menyenanginya dan terlibat aktif dalam pembelajaran.

Faktanya, dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah dasar pemberian materi pembelajaran terkadang tidak sesuai dengan kemampuan dan karakteristik siswa sekolah dasar. Pemberian materi pembelajaran yang tidak sesuai dengan kemampuan dan karakteristik siswa dapat mengurangi antusias anak untuk melakukan tugas gerak yang diberikan. Karena merasa tidak mampu untuk melaksanakan tugas gerak yang diberikan, terkadang anak cenderung merasa malas untuk melakukan tugas gerak. Hal itu tentu berdampak besar terhadap motivasi belajar.

Motivasi sangat penting kaitannya dengan belajar penjas. Motivasi yang rendah pada pembelajaran penjas harus diperbaiki agar tujuan pembelajaran penjas dapat dicapaimdan siswa memiliki pengalaman belajar yang diharapkan. Terdapat perbedaan dalam motivasi yaitu motivasi intrinsik yang muncul dari diri sendiri tanpa dipengaruhi oleh sesuatu diluar dirinya. Dan motivasi ekstrinsik yang muncul dalam diri seseorang karena adanya pengaruh dari luar seperti: guru, orang tua, dan lingkungan sekitar. Seorang siswa yang motivasinya besar akan menampakan minat, perhatian, konsentrasi penuh, ketekunan tinggi, serta berorientasi pada prestasi tanpa mengenal perasaan bosan, jenuh apalagi menyerah. Sebaliknya siswa yang bermotivasi rendah, motivasinya akan terlihat acuh tak acuh, cepat bosan, mudah putus asa dan berusaha menghindar dari kegiatan.

Meningkat atau menurunnya motivasi belajar siswa ini dapat diketahui dengan analisis waktu dalam proses belajar mengajar, analisis ini melibatkan kategori aktivitas yang dilakukan siswa selama proses belajar mengajar berlangsung. Pembelajaran penjas hendaknya disusun semenarik mungkin agar semangat anak untuk mengikuti pembelajaran penjas dapat terjaga. Pembelajaran yang disusun dalam bentuk permainan biasanya lebih menarik dan membuat anak lebih bersemangat dalam mengikuti pembelajaran tersebut. Karena dalam bermain anak tidak harus memikirkan aturan-aturan yang seringkali malah menghambat permainan itu sendiri, yang terpenting semua anak terlibat dalam permainan dan senang ketika mengikuti permainan itu sendiri.

Salah satu permainan yang digunakan dalam penelitian ini adalah permainan tradisional, yaitu permainan-permainan yang aturan dan cara bermainnya bisa  dimodifikasi sesuai kebutuhan, sehingga permainannya tidak terlalu terikat peraturan seperti permainan formal pada umumnya. Dengan sifat yang demikianlah sebaiknya pembelajaran pendidikan jasmani dilaksanakan sehingga motivasi anak untuk melanjutkan pembelajaran dapat terjaga. Permainan tradisional adalah permainan yang membuat anak senang dan tidak akan membuat anak jenuh dalam melakukan aktivitas. Dalam permainan tradisional motivasi anak akan terdorong karena dalam permainan tradisional banyak variasi atau modifikasi yang bisa diterapkan pada siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani. Berdasarkan analisis hubungan sebab akibat antara sifat-sifat atau ciri-ciri dari pembelajaran permainan tradisional dan karakteristik anak di usia sekolah dasar tersebut diatas maka diduga bahwa pembelajaran penjas dengan memberikan permainan tradisional dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani.

METODE

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK merupakan salah satu dari penelitian tindakan, penelitian tindakan itu sendiri adalah penelitian yang dilakukan oleh seseorang baik itu guru, karyawan, dll., untuk memperbaiki kondisi (pengajaran) atau situasi dengan cara mengimplementasikan sesuatu hal terhadap kondisi di lapangan, kemudian hasil dari penelitian tersebut direflesikan kembali pada penelitian selanjutnya jika penelitian pertama belum berhasil atau mencapai target yang diinginkan. Pelaksanaan penelitian dilakukan selama kurang lebih 1 bulan pada tahun ajaran 2013/2014 yang dilaksanakan yang disesuaikan dengan jadwal pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di lingkungan SDN Cibeunying 2 Kabupaten Bandung. Subjek penelitian dalam PTK ini adalah siswa kelas IV yang berjumlah 35 orang. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar tes tulis yang digunakan untuk mengetahui tinggi rendahnya motivasi siswa, format observasi yang digunakan untuk mengetahui motivasi belajar siswa, kartu ceria yang digunakan untuk tes sikap dan catatan data lapangan yang digunakan untuk melaporkan hasil observasi, refleksi dan reaksi terhadap masalah-masalah selama penelitian berlangsung.

Analisis data dilakukan dengan menggunakan Lembar Tes penulisan yang telah di uji validitas dan reliabilitasnya, lembar observasi dan kartu ceria. Secara garis besar teknik analisis data dilakukan dalam tahapan-tahapan berikut: (1) menelaah seluruh data yang telah terkumpul, penelaahan dilakukan dengan cara menghitung data dari lembar observasi dan kartu ceria. (2) Data yang sudah terkumpul dan dihitung kemudian dipersentasekan agar lebih mudah untuk membaca hasilnya. (3) Dibuat kalimat sesuai dengan hasil dari analisis data. (4) Mengevaluasi hasil dari penelitian tentang kekurangan dari penelitian tersebut untuk diperbaiki dan diterapkan pada siklus berikutnya.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Data lengkap hasil penelitian yang terkumpul disajikan dalam tabel dibawah ini :

Tabel 4.1

Perbandingan Hasil Observasi

PTK

DATA AWAL

SIKLUS 1

SIKLUS 2

Tindakan 1

Tindakan 2

Tindakan 3

Tindakan 4

(7,6 vs 8,5) 11,8%

 

 

 

 

(8,5 vs 8,3) 2,4%

 

 

 

 

(8,3 vs 8,9) 7,2%

 

 

 

 

(8,9 vs 11,4) 28%

(7,6% vs 8,3) 9,3%

 

 

 

(8,3 vs 11,4) 37,3%

(7,6 vs 11,4) 50%

Hasil-hasil penelitian itu menunjukkan peningkatan maupun penurunan jumlah motivasi belajar tiap tindakan penelitian. Salah satu faktor penyebab peningkatan atau penurunan tersebut adalah materi pembelajaran yang diberikan oleh peneliti. Berdasarkan tabel diatas, terdapat peningkatan jumlah motivasi belajar dari data awal ke tindakan 1 sebanyak 11,8%. Begitupun di tindakan selanjutnya yaitu tindakan 1 ke tindakan 2 jumlah motivasi belajar siswa mengalami penurunan sebesar 2,4% dikarenakan materi yang diberikan pada penelitian tindakan kedua ini sebagian besar siswa perempuan tidak mengetahui cara bermain yang mengakibatkan siswa lebih memilih diam daripada melakukan kegiatan pembelajaran. Sementara dari tindakan 2 ke tindakan 3 terdapat peningkatan lagi motivasi belajar  siswa sebesar 7,2%. Namun motivasi belajar siswa pada tindakan terakhir mengalami peningkatan yang sangat besar dari tindakan  3 ke tindakan 4 sebesar 28%.

Selain membandingkan seberapa besar peningkatan dan penurunan dari tiap tindakan, peneliti juga membandingkan peningkatan dari tiap siklus. Dari data awal  ke siklus 1 terdapat peningkatan jumlah motivasi belajar siswa sebesar 9,3% dan peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2 sebesar 37,3%. Sementara peningkatan jumlah motivasi belajar siswa secara keseluruhan dari data awal ke siklus terakhir sebesar 50%.

 

 

KESIMPULAN

Penelitian tindakan kelas tentang mengembangkan motivasi belajar melalui permainan tradisional dalam 2 siklus kegiatan, menghasilkan kesimpulan bahwa implementasi aktivitas pembelajaran permainan tradisional dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.

DAFTAR PUSTAKA

Alvyanto. (2012). Permainan Tradisional. [Online]. Tersedia :http://alvyanto.blogspot.com/permainan-tradisional.html [17 Mei 2013]

Arikunto, S, et al. (2010). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

Febyan, C. (2013). Pengertian Belajar dan Pembelajaran. [Online]. Tersedia: http://kawancerdas.blogspot.com/2013/02/pengertian-belajar-dan-pembelajaran.html. [21 Juni 2013].

Haryanto, (2010). Pengertian Motivasi Belajar. [Online]. Tersedia: http://belajarpsikologi.com/pengertian-motivasi-belajar  [17 Mei 2013]

Husdarta dan Yusuf Hidayat. (2008). Psikologi Olahraga. Bandung: CV. Bintang  Warli Artika.

Juliantine, Tite et al. (2012). Modul Belajar dan Pembelajaran Penjas. Bandung: FPOK UPI.

Uhamisastra. (2010). Permainan Tradisional. Bandung: FPOK UPI.