Upaya Peningkatan Prestasi Olahraga

Upaya Peningkatan Prestasi Olahraga

Oleh:

Bambang Abduljabar

Pengambilan kebijakan peningkatan prestasi olahraga nasional perlu dilakukan dari berbagai sudut pandang. Titik pengembangan tidak hanya dari sisi mutakhirnya ilmu pelatihan yang diterapkan. Tetapi dari sudut pandang biomedicine, teknologi, sosiologi, psikologi, pedagogi, dan manajemen pembinaan olahraga menyangkut perangkat sistem pembinaan olahraga, mulai dari usia dini sampai dengan usia masa keemasan. Peningkatan dari sisi kemutakhiran penerapan ilmu pelatihan, termasuk pembinaan kondisi fisik, sekuensi pelatihan, ketepatan ukuran pelatihan, dan prinsip-prinsip pelatihan yang diterapkan.

Dari sudut pandang biomedicine olahraga mencakup, aplikasi teori-teori kedokteran dalam peningkatan performa penampilan fisik prima sampai batas-batas doping. Selain itu aplikasi teori-teori fisiologi olahraga, uji laboratorium dalam berbagai aspek fisiologis penampilan fisik perlu pula dilakukan, bahkan pengujian laboratorium dari kajian tingkat molekuler dan seluler tubuh manusia (Purba, 2011).

Sudut pandang teknologi berkaitan dengan penerapan prinsip-prinsip teknik, termasuk mekanika gerak yang terbungkus dalam kajian biomekanika, dalam bentuk analisis efisien gerak, momentum, akselerasi, dan sebagainya. Teknologi juga berarti pemutakhiran peralatan-peralatan olahraga yang sesuai dengan kaidah mekanika gerak tubuh manusia.

Telaahan penting yang diperlukan dalam peningkatan prestasi olahraga adalah dari bantuan teori-teori sosiologi kedalam pengembangan olahraga. Telaahan sosiologis perlu dilakukan dalam upaya membantu men-sosialisasikan olahraga kepada berbagai tingkatan usia dan golongan. Teori struktural fungsionalisme, konflik, dan kritik perlu dimanfaatkan untuk memantapkan posisi olahraga di masyarakat sehingga masyarakat dapat mengakses dengan mudah segala kebutuhan untuk berolahraga. Gerakan sosialisasi olahraga ini perlu dilakukan agar masyarakat dapat memahami makna dan tujuan olahraga yang sebenarnya.

Teori-teori psikologi juga perlu dilakukan dalam peningkatan prestasi olahraga nasional terutama mendorong atau memicu motivasi berprestasi dalam bidang olahraga penampilan tingkat tinggi ini. Selain itu, pembelajaran kepribadian atau personaliti atlet juga perlu dilakukan untuk dapat memahami para atlet, sehingga pada saat yang sama atlet dapat dikokohkan kepribadiannya melalui kekuatan fisik-emosional-dan intelektual secara utuh.

Pedagogi dapat diperbantukan dalam peningkatan prestasi olahraga melalui penerapan kaidah-kaidah didaktik dan metodik yang akurat pada pembinaan olahraga usia dini dan olahraga sekolah secara proporsional, selain juga perlu penerapannya dalam olahraga masyarakat. Karena itu, perlu diproporsikan secara tepat kedudukan aktivitas jasmani dan olahraga yang ada di sekolah dan di masyarakat.

Manajemen olahraga berkaitan dengan tata kelola dan pengorganisasi olahraga secara tepat dalam suatu sistem pembinaan olahraga yang sesuai dengan kaidah-kaidah budaya nasional Indonesia. Dukungan sistem ekonomi dan politik perlu menentukan kebijakan yang adekuat bagi terbinanya olahraga secara hierarkis, efisien, efektif, dan produktif.

Apa Hikmah bagi FPOK?

FPOK perlu mengambil inisiatif, menunjukkan arah perjalanan olahraga dan aktivitas jasmani yang sebenarnya. Bila disandingkan yang dikembangkan institusi lain seperti ITB mengembangkan Laboratorium Doping dan teknologi Olahraga. UNPAD dibawah asuhan kedokteran dasar olahraga mengembangkan diri pada uji-uji laboratirum fisik penampilan tingkat tinggi, maka FPOK perlu mengambil inisiatif untuk mengembangkan perjalanan olahraga dalam misi, visi, dan tujuan konteks Human Movement Studies and Sport untuk olahraga Pendidikan, Olahraga Rekreasi, Olahraga Prestasi, Olahraga Kesehatan secara jelas dan tegas.  FPOK perlu menghasilkan produk-produk atau paket-paket hasil penelaahan ilmiah dalam bidang olahraga pendidikan, olahraga rekreasi, olahraga kesehatan dan olahraga prestasi.

Landasan yang digunakan dalam pengembangan ini agar terfokus secara tajam menyeimbangkan  dan meningkatkan spektrum aktivitas jasmani dan olahraga yang berkembang di masyarakat. Selain itu, dari landasan teoritis keilmuan yang berkembang di negara negara yang telah terlebih dahulu mengembangan Sport Science(s) dilandaskan pada objek studi aktivitas jasmani untuk education, recreation, health, and competetive.

Dalam konteks lebih lanjut secara ilmiah berkembang kajian sport medicine, sport biomechanics, sport psychology, sport pedagogy, sport sociology, sport history, sport philosopy, dan sport management (yang terakhir memerlukan kajian lebih lanjut, terutama dalam dukungan praktisnya).

Secara praktis-profesi yang terjadi di masyarakat adalah:

  1. Olahraga Pendidikan—Guru Pendidikan jasmani.
  2. Olahraga Rekreasi—instruktur olahraga masyarakat.
  3. Olahraga Prestasi—pelatih olahraga di klub
  4. Olahraga kesehatan—pembina olahraga kesehatan di sanggar-sanggar kebugaran jasmani.

Diperlukan upaya upaya serius untuk menunjukkan kontribusi penting Lembaga Pendidikan Tinggi Keolahragaan FPOK pada bukan hanya olahraga prestasi, olahraga pendidikan, olahraga rekreasi, dan olahraga kesehatan.

 

RAKORNIS PENERAPAN IPTEK KEOLAHRAGAAN

Rakor ini bertujuan men-sosialisasikan program yang ditawarkan kepada para stakeholders keolahragaan dari Deputi IV IPTEK Keolahragaan. Tercatat ada 8 program penelitian dan 7 kajian IPTEK keolahragaan. 15 program ini telah diterbitkan panduan penulisan proposalnya yang harus diterima kementrian MENPORA bidang IPTEK keolahragaan pada tanggal 14 Mei 2011. (informasi lengkap ada dalam Booklet RAKORNIS Penerapan IPTEK Keolahragaan).

Selain itu ada juga program berbantuan dari BPPT dan MENRISTEK berkolaborasi dengan MENPORA memadukan teknologi dan aplikasi IPTEK dalam Penampilan para Atlet. Penelitian perlu terintegrasi dari semua unsur terkait sehingga terpadu dan bersatu dengan kaum Industri. Pelaksanaannya perlu terpadu dan sustainable development, hasil dari rancang bangun dalam  kegiatan olahraga perlu terus dikembangkan, tidak disimpan di gudang lalu pengembangan berhenti.

Terkait dengan Jurusan Ilmu Keolahragaan, maka seyogyanya para mahasiswa perlu mengembangkan aplikasi teori dan teknologi dalam kegiatan keolahragaan (baik olahraga pendidikan, olahraga prestasi, olahraga rekreasi, maupun olahraga kesehatan).

DEPUTI BIDANG PEMBUDAYAAN OLAHRAGA ASDEP DEPUTI INDUSTRI OLAHRAGA

Pada deputi pembudayaan olahraga Asdep Deputi Industri Olahraga ada 19 kegiatan, yaitu:

  1. Diklat SDM Teknis Industri Olahraga
  2. Magang Tenaga Teknis Industri Olahraga
  3. Workshop Pengembangan Manajemen Industri Olahraga
  4. Pengembangan Sport “M”
  5. Seminar Internasional Olahraga
  6. Pengembangan Olahraga Usia Dini
  7. Dst.

Pada Asdep Olahraga rekreasi  sebagai tonggak pengembangan olahraga pada tingkat selanjutnya sebagai sebuah upaya pembiasaan gaya hidup sehat dan sejahtera. Dalam kaitan ini termasuk pula olahraga tradisional. Satu pernyataan penting bagaimana aplikasi IPTEK keolahragaan dalam kegiatan olahraga rekreasi dan olahraga tradisional sehingga akan terjadi budaya olahraga.

Paparan Tambahan:

Physiological Tests For Elite Athletes (Physical Fitness Tests = Tes Kondisi Fisik)

Penerapan IPTEK perlu dilakukan pada elit atlet. Radikal bebas dituding sebagai penghambat prestasi atlet.  Disarankan para atlet mengkonsumsi  zat-zat anti oksidan, seperti dalam buah semangka, tomat (vitamin E dan Vitamin C). Penyusunan program latihan atau periodisasi latihan perlu memperhatikan 1) dosis/takaran latihan 2) frekuensi latihan 3) jenis latihan; dan 4) lama latihan. Dosis latihan ini diperlukan untuk mencegah dan menanggulangi terjadinya cedera pada atlet, memberikan asupan kalori yang tepat, aklimatisasi dan pemahaman tentang kondisi atlet sedang dalam over-training.  Penerapan IPTEK olahraga  adalah Ilmu Faal Olahraga. Inti sari penting adalah pengetahuan fisiologis perlu menyertai pembinaan atlet.